Tingkatkan Imunitas Tubuh, Ratusan Siswa SDN Sinduadi Timur Jalani CKG dan BIAS
- 24 Agt 2026 13:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – SDN Sinduadi Timur menggulirkan program cek kesehatan gratis (CKG) dan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS), Senin, 24 Agustus 2026. CKG turut menyasar seluruh siswa siswa kelas 1-6 sejumlah 162 siswa. Sementara, imunisasi diberikan kepada 19 siswa kelas 1, 28 siswa kelas 2, dan 29 siswa kelas 5.
Kepala SDN Sinduadi Timur Mitsbah El Noor menjelaskan siswa kelas 1 mendapatkan imunisasi MR sebagai pencegahan penyakit campak dan rubella. Sementara, siswa kelas 2 mendapatkan imunisasi Td sebagai pencegah penyakit tetanus dan difteri. Sedangkan, siswa kelas 5 turut menerima vaksin human papillomavirus (HPV).
“Untuk yang kelas 1 sampai dengan kelas 6 juga disertai cek kesehatan dari mulai kesehatan gigi, kesehatan mata, telinga, tekanan darah, dan juga cek kesehatan lainnya,” kata Mitsbah saat ditemui di SDN Sinduadi Timur, Senin, 24 Agustus 2026.
Mitsbah menyebut pihaknya turut memberikan lembar skrining kesehatan kepada siswa sekaligus persetujuan orang tua. Sejauh ini, seluruh orang tua mengizinkan anaknya untuk mendapatkan vaksin. Hanya, terdapat siswa dalam kondisi kurang fit sehingga pemberian vaksin baru bisa dilakukan jika memenuhi syarat CKG. Mitsbah mengatakan, pemberian vaksin ini perlu dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh sekaligus mencegah berbagai penyakit sehingga anak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan maksimal. Tak hanya mengandalkan CKG dan BIAS, Mitsbah menyebut pihaknya turut menerapkan 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat sebagai upaya peningkatan kesehatan siswa di lingkungan sekolah.
“Untuk hari Jumat atau hari-hari tertentu kami melaksanakan senam bersama. Selain itu juga melaksanakan kebersihan lingkungan di mana itu nanti berkaitan dengan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Tidak hanya fisik, secara mental kami juga melaksanakan parenting kepada orang tua dan anak-anak. Kemudian ada kegiatan untuk putri-putri kita ada keputrian untuk penjelasan terkait dengan kesehatan keputrian,” ucapnya.
Saat ditemui terpisah, Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan BIAS akan bergulir pada Agustus-November 2026. Dia menambahkan, tahun ini menjadi BIAS pertama yang turut memberikan imunisasi HPV pada laki-laki. Menurut Yuli, laki-laki tetap memiliki risiko terinveksi virus HPV meski tidak memiliki rahim.
“Sebetulnya dalam sosialisasi itu kita udah sampaikan bahwa menapa orang tidak punya serviks kok dikasih HPV. Tapi memang ada kutil di alat kelamin yang bisa menularkan virusnya melalui kutil itu. Jadi kalau di laki-laki itu lebih diprioritaskan untuk kutilnya. Sama pentingnya karena virusnya bisa bersarang juga di situ,” kata Yuli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....