Dorong Isu Kesetaraan, Pedoman Liputan Isu Disabilitas Disusun
- 22 Agt 2026 15:21 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) sedang menyusun pedoman peliputan isu disabilitas. Penyusunan panduan ini melibatkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia serta para akademisi.
Staf Media SIGAB Indonesia, Ajiwan Arif Hendradi ingin memberikan acuan peliputan bagi para jurnalis, melalui pembuatan pedoman yang saat ini masih disusun. Melalui cara ini, ia berharap pemberitaan di media massa bisa lebih inklusif.
”Bisa menghormati hak dan martabat difabel, serta bebas dari stigma negatif,” katanya, Sabtu, 22 Agustus 2026. ”Terkait etika peliputan inklusif itu lebih ke bagaimana berinteraksi sih, karena difabel ini punya banyak hambatan, ya.”
Hambatan itu bisa dari segi sensorik, kemudian juga hambatan dari segi fisiknya. Di dalam panduan liputan yang disusun, SIGAB ingin menonjolkan bagaimana berkomunikasi atau mewawancarai penyandang disabilitas.
”Kalau teman-teman difabel fisik pengguna kursi roda itu kan misalnya tidak sejajar, ya,” katanya. ”Artinya ketika teman jurnalis itu berdiri, nah ini kan ada kesan mungkin superior.”
Sementara itu, Ketua AJI Yogyakarta Hartanto Ardi Saputra, melihat minimnya isu kesetaraan dalam pemberitaan tentang disabilitas di media massa. Sebab hingga kini, posisi difabel masih ditempatkan sebagai objek belas kasihan.
”Kadang kita itu, berita disabilitas foto-fotonya pasti kursi roda, padahal ragam disabilitas itu kan banyak,” ujarnya. ”Terus pengambilan foto itu juga jangan dari bawah, jangan dari atas, tapi kemudian sejajar, jadi lebih menyetarakan gitu ya.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....