ProKlim Lestari, Program Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim
- 23 Agt 2026 16:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo — Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan gerakan nasional bentukan pemerintah yang bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan. Dalam struktur penganugerahan penghargaan ProKlim yang berjenjang, mulai dari tingkat Pratama, Madya, hingga Utama. ProKlim Lestari memegang posisi sebagai kasta dan tingkatan tertinggi dalam gerakan lingkungan nasional ini.
Predikat ProKlim Lestari secara khusus diperuntukkan bagi lokasi berstatus ProKlim Utama yang tidak hanya terbukti konsisten menjaga dan mengelola lingkungan di wilayahnya sendiri, tetapi juga wajib membina serta menularkan ketangguhan iklim ke minimal 10 wilayah baru di sekitarnya.
Momentum penganugerahan predikat tertinggi ini tengah dibidik oleh Padukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari. Padukuhan di Pengasih Kulon Progo, ini telah menjalani verifikasi lapangan oleh Tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Selasa 18 Agustus 2026 lalu. Verifikasi ini menjadi langkah penting bagi Padukuhan Kroco untuk mencatatkan sebagai peraih ProKlim Lestari pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Tim Verifikator Kementerian Lingkungan Hidup, Koko Wijanarko, menekankan bahwa esensi utama dari tingkatan ProKlim Lestari bukan sekadar pengakuan atas fasilitas atau penghargaan fisik, melainkan sejauh mana sebuah wilayah mampu membawa dampak pembinaan bagi kawasan sekitarnya.
"Penghargaan bukan tujuan utama. Filosofi ProKlim Lestari yakni lokasi yang sudah maju seperti Kroco, mampu membina dan menularkan ketangguhan iklim ke kampung-kampung sekitarnya. Yang kita nilai dampak nyatanya bagi masyarakat saat menghadapi perubahan iklim," ujarnya.
Mendukung kesiapan tersebut, Asisten Daerah 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kulon Progo, Agung Kurniawan, mengapresiasi konsistensi warga Kroco yang berhasil menerapkan pola kolaborasi pentahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat, hingga pihak swasta melalui program CSR.
Dukuh Kroco, Slamet Supriyono, serta Ketua ProKlim Bantala Abyudaya, Sugiyanto, memaparkan bahwa persiapan menuju ProKlim Lestari dilandasi oleh pembiasaan mandiri dan inovasi fisik warga dalam menghadapi tantangan kekeringan serta risiko tanah longsor.
Sejumlah capaian dan aksi lingkungan di Padukuhan Kroco meliputi pembuatan 300 lubang penampungan air serta sumur resapan, Penggunaan hingga 9.000 kg pupuk organik, Pengelolaan sampah mandiri yang dilakukan secara konsisten lintas generasi dari sumbernya, dan bertranformasi menjadi laboratorium edukasi lingkungan yang telah menerima lebih dari 2.200 pengunjung dari berbagai daerah.
Melalui verifikasi lapangan ini, Padukuhan Kroco diharapkan resmi mengukuhkan posisinya sebagai pionir ProKlim Lestari pertama di DIY sekaligus kawasan percontohan tangguh iklim di tingkat nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....