Sangurejo Sleman Jadi Percontohan Kampung Iklim, Berhasil Bina 12 Lokasi Proklim
- 21 Agt 2026 16:49 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Tim verifikator program kampung iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup mendatangi Padukuhan Sangurejo, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kamis, 20 Agustus 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari proses verifikasi terhadap upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.
Esensi dari Proklim kategori Lestari terletak pada fungsi pembinaan (replikasi) dan perubahan perilaku (behavioral change) di tingkat tapak. Berdasarkan rekam jejaknya, Padukuhan Sangurejo yang tidak hanya berfokus pada pengembangan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di wilayahnya sendiri, tetapi juga aktif melakukan pembinaan di wilayah lain. Hal ini dibuktikan dari Padukuhan Sangurejo yang berhasil membina 12 lokasi Proklim di sekitarnya. Dua di antaranya, yakni Padukuhan Kuwang dan Padukuhan Gondangan, telah berhasil meraih tropi Proklim Utama.
| Baca juga: Turun, Jumlah Orang Miskin di DIY |
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menjelaskan masyarakat Sangurejo secara konsisten dan gotong-royong telah mengembangkan berbagai aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim. Bahkan, sejak tahun 2022 Padukuhan Sangurejo telah meraih 20 penghargaan di tingkat provinsi maupun nasional.
“Pada tahun 2025, padukuhan ini dipercaya menjadi lokasi pembelajaran aksi iklim berskala internasional bagi Asian Youth Academy, ECOSOC PBB, hingga Universiti Putra Malaysia,” kata Danang.
Danang mengaku menyambut baik dan mengapresiasi warga Padukuhan Sangurejo. Menurutnya, padukuhan ini telah membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi, pelestarian budaya, pendidikan, hingga pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Di sisi lain, Danang menilai keberhasilan Proklim di Padukuhan Sangurejo sejalan dengan filosofi Jawa yaitu hamemayu hayuning bawana.
Filosofi itu mengandung makna kewajiban untuk menjaga, memperindah, dan menyejahterakan bumi. Melalui pengelolaan sampah dari sumbernya, konservasi mata air, pemanfaatan energi ramah lingkungan, serta ketahanan pangan keluarga, masyarakat Sangurejo telah membangun ketahanan secara mandiri terhadap risiko perubahan iklim.
“Pemkab Sleman memandang verifikasi ini bukan sekadar penilaian untuk meraih penghargaan, melainkan momentum untuk membangkitkan kepedulian kolektif. Capaian ini menjadi contoh dan inspirasi bagi padukuhan-padukuhan lain di Sleman agar gerakan Proklim terus meluas demi investasi jangka panjang generasi mendatang,” ujar Danang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....