Salmah Orbayinah: Kader Harus Berintegritas dan Kembali Mengabdi ke Muhammadiyah
- 21 Agt 2026 13:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Siklus kaderisasi dalam Persyarikatan Muhammadiyah dan juga Aisyiyah harus terus berjalan secara berkelanjutan agar mampu melahirkan kader yang unggul, berintegritas, dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Salmah Orbayinah, dalam agenda Pentasyarufan Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026.
Kegiatan yang digelar pada Kamis, 20 Agustus siang di Aula Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta tersebut diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah bersama Lazismu Pusat dan PT GKBI Investment.
Dalam kesempatan tersebut, Salmah mengapresiasi MPKSDI yang telah menghadirkan program beasiswa sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan pendidikan sekaligus investasi kaderisasi Persyarikatan.
“Beasiswa ini tentunya bukan sekadar hak, tetapi juga sebuah amanah yang besar. Bagi Muhammadiyah, ini adalah investasi yang luar biasa untuk mempersiapkan kader-kader yang unggul dan berkualitas,” ujar Salmah.
Beasiswa tersebut diberikan kepada 356 kader Persyarikatan dengan total nilai Rp3 miliar. Menurut Salmah, para penerima beasiswa tidak hanya dituntut memiliki prestasi akademik, tetapi juga perlu mengembangkan sejumlah kompetensi yang dibutuhkan untuk berkiprah di tengah masyarakat. Setidaknya terdapat empat kompetensi dasar yang perlu dimiliki kader, yakni kompetensi pendidikan, keagamaan, kemasyarakatan, dan kepemimpinan.
“Para kader harus mampu menguasai bidang studinya secara total dan tidak setengah-setengah. Hal ini karena kader Muhammadiyah harus hadir di masyarakat, mendampingi masyarakat, dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada,” ucapnya, menegaskan.
Kembalillah ke Muhammadiyah
Salmah kemudian mengutip pesan KH Ahmad Dahlan yang menekankan pentingnya kader untuk terus mengabdikan ilmu dan keahliannya bagi Persyarikatan. “Jadilah guru, tapi kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah,” ucapnya mengutip pesan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.
Pesan tersebut, menurut Salmah, menunjukkan bahwa keberhasilan kader tidak berhenti pada pencapaian pendidikan maupun profesi. Kader diharapkan kembali berkontribusi bagi Persyarikatan dengan ilmu, keahlian, dan pengalaman yang dimilikinya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah SAW untuk menjadi landasan bagi kader dalam menjalankan pengabdian. Salah satunya dengan memahami dan mengamalkan sifat siddiq, tabligh, amanah, dan fathanah (STAF).
“Minimal harus paham STAF, yaitu siddiq, tabligh, amanah, dan fathanah. Dengan itulah kami berharap dakwah Persyarikatan akan terus mencerahkan. Tingkatkan integritas, karena dengan integritas yang tinggi, Persyarikatan Muhammadiyah akan terus dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya, menandaskan.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan kader tidak hanya diukur dari capaian akademik maupun profesional, tetapi juga dari sejauh mana ilmu dan kompetensi yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....