SEGARA Karya Perkuat Literasi Keuangan Usaha Sidoagung

  • 26 Agt 2026 23:30 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) KSI MIST FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali melaksanakan penguatan kapasitas masyarakat melalui program SEGARA Karya. Salah satu rangkaian kegiatan tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Penguatan Literasi dan Manajemen Keuangan Usaha bagi Masyarakat Kalurahan Sidoagung” yang digelar Rabu 19 Agustus 2026 di Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola usaha secara tertib, efektif, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Achmad Muzaki Bintar, C, SE. dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman sebagai narasumber. Sejumlah unsur pemerintahan Kalurahan Sidoagung turut hadir, di antaranya Lurah Sidoagung Edy Utomo, Ulu-Ulu Sidoagung Nur Khoiriah, S.Pd., serta Kepala Tata Laksana Sidoagung Waris. Peserta berasal dari berbagai kelompok masyarakat yang aktif dalam kegiatan ekonomi, khususnya ibu-ibu PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI), dan pemuda.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian SEGARA Karya yang sebelumnya telah memberikan pembekalan kepada masyarakat melalui pelatihan pengolahan produk dan peningkatan berbagai keterampilan usaha. Setelah mendapatkan penguatan pada aspek produksi, masyarakat dinilai perlu memiliki kemampuan pengelolaan usaha, termasuk dalam mengatur keuangan. Penguatan literasi keuangan menjadi penting agar aktivitas usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga dapat dikelola secara terencana dan berkesinambungan.

Ketua PPKO KSI MIST menyampaikan, kegiatan tersebut diarahkan untuk menambah wawasan masyarakat mengenai pengelolaan keuangan usaha, terutama pencatatan transaksi, pengelolaan arus kas, serta perencanaan penggunaan pendapatan. Kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan secara lebih jelas sekaligus menjadi dasar dalam mengambil keputusan. “Kami ingin masyarakat tidak hanya memiliki kemampuan produksi, tetapi juga memahami bagaimana mengelola hasil usahanya dengan baik,” ujarnya.

Narasumber dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Achmad Muzaki Bintar, C, SE., menyampaikan materi mengenai literasi dan manajemen keuangan usaha kepada masyarakat Kalurahan Sidoagung. (Foto: Dok. PPKO KSI MIST FMIPA UNY)

Sementara itu, Lurah Sidoagung Edy Utomo menilai penguatan manajemen keuangan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat yang tengah mengembangkan usaha. Menurutnya, Kalurahan Sidoagung memiliki berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, termasuk sektor perikanan. “Potensi perikanan di Sidoagung cukup baik sehingga perlu didukung dengan pengelolaan usaha dan keuangan yang tertib agar manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Dalam sesi pematerian, Achmad Muzaki Bintar menjelaskan pentingnya perencanaan dan manajemen keuangan bagi keberlanjutan usaha. Peserta diajak memahami bahwa pengelolaan keuangan bukan semata-mata menghitung jumlah pendapatan, tetapi juga merencanakan penggunaan pendapatan secara tepat. Salah satu kebiasaan yang perlu dibangun adalah menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dan investasi sebelum seluruh uang digunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran usaha secara rutin. Pencatatan tersebut dapat menjadi basis data yang membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan, menyusun anggaran, mengendalikan pengeluaran, dan menentukan langkah usaha berikutnya. Selain itu, pengelolaan arus kas perlu dilakukan secara disiplin agar kondisi keuangan tetap sehat dan perputaran uang dalam usaha berada pada kondisi positif.

Dalam materi lainnya, peserta diingatkan untuk memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha. Pemisahan tersebut dinilai penting agar pelaku usaha dapat mengetahui secara lebih akurat modal, pendapatan, biaya operasional, serta keuntungan yang diperoleh. Peserta juga diajak mempertimbangkan urgensi dan kemampuan sebelum mengambil utang untuk kebutuhan modal. Alternatif permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperkenalkan sebagai salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan kemampuan usaha.

Tidak hanya membahas aspek pengelolaan usaha, kegiatan juga memberikan edukasi mengenai risiko dalam penggunaan layanan keuangan. Peserta diingatkan untuk berhati-hati terhadap penggunaan paylater, pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga judi online. Masyarakat juga didorong untuk selalu memeriksa legalitas penyedia layanan keuangan serta tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan besar yang tidak masuk akal. “Sebelum menggunakan layanan keuangan, masyarakat harus memastikan legalitasnya dan memahami seluruh risiko maupun kewajibannya,” katanya.

Tim PPKO KSI MIST FMIPA UNY menyerahkan plakat kepada Achmad Muzaki Bintar, C, SE., sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatannya sebagai narasumber dalam kegiatan penguatan literasi dan manajemen keuangan usaha. (Foto: Dok. PPKO KSI MIST FMIPA UNY)

Materi yang disampaikan mendapatkan respons dari peserta karena berkaitan langsung dengan aktivitas usaha yang mereka jalankan sehari-hari. Melalui pencatatan keuangan, pengendalian pengeluaran, pengelolaan arus kas, serta perencanaan penggunaan pendapatan, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan usaha berdasarkan kondisi keuangan yang lebih terukur. Pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat mendorong pelaku usaha membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih disiplin.

Sebagai bentuk apresiasi, Tim PPKO KSI MIST FMIPA UNY menyerahkan plakat kepada Achmad Muzaki Bintar, C, SE. selaku narasumber dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari penutup kegiatan sekaligus bentuk penghargaan atas kontribusi narasumber dalam memberikan pembekalan kepada masyarakat.

Kegiatan “Penguatan Literasi dan Manajemen Keuangan Usaha bagi Masyarakat Kalurahan Sidoagung” menjadi salah satu upaya SEGARA Karya dalam membangun kapasitas masyarakat secara lebih menyeluruh, mulai dari keterampilan produksi hingga kemampuan mengelola usaha. Dengan penguatan tersebut, masyarakat Sidoagung diharapkan mampu mengembangkan potensi ekonomi secara lebih tertib, produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....