Unik, Upacara HUT ke-81 RI di Kulon Progo digelar dalam Bumi
- 17 Agt 2026 14:29 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, KULON PROGO — Suara langkah kaki perempuan terdengar di kegelapan. Ditemani temaram cahaya lampu, mereka mencoba membelah kegelapan perut bumi, menyusuri batuan basah dan stalaktit Gua Sumitro. Namun langkah mereka mendadak terhenti ketika sebuah prosesi tak biasa digelar di kedalaman tanah.
Ya, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2026, secara khusus dihadirkan upacara bendera di dalam goa. Kegiatan ini digagas oleh para pemandu lokal yang bertugas di kompleks Wisata Gua Kiskendo, khususnya di lintasan Gua Sumitro.
Hari itu bukan sekadar penjelajahan biasa. Di balik sunyi dinding batu dan perut bumi, sebuah penghormatan khidmat dipersembahkan untuk negeri.
Dengan balutan baju coverall merah lengkap dengan helm pelindung dan headlamp, para pengunjung tidak hanya pulang membawa cerita eksotisme stalaktit dan stalagmit Gua Sumitro, tetapi juga kenangan manis tentang arti kemerdekaan yang dirayakan dari kedalaman bumi Indonesia.
Muhammad Shodiqul Ma’arif, salah seorang pemandu Gua Sumitro asal Purworejo, mengungkapkan upacara ini merupakan bentuk apresiasi dan kejutan bagi para pengunjung yang memilih menghabiskan momen kemerdekaan di tempat wisata tersebut.
"Untuk kegiatan teman-teman, kita selaku pembawa atau guide di Gua Sumitro ini memberikan kejutan kepada para pengunjung Gua Sumitro. Kita adakan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2026 ini," ujarnya, 17 Agustus 2026.
Wisatawan yang ikut serta awalnya tidak menyangka akan diajak melangsungkan upacara bendera di tengah-tengah jelajah gua. Tak ayal, momen pengibaran dan penghormatan bendera di kedalaman tersebut menjadi sebuah kejutan memukau.
Meskipun dilakukan di dalam perut bumi dan tanpa persiapan khusus, kekhidmatan upacara tetap terasa begitu kental. Upacara ini lahir dari dorongan rasa tanggung jawab serta kebanggaan sebagai warga negara Indonesia.
"Sebenarnya peserta tidak tahu dan tidak kita rencanakan agenda upacara ini sebelumnya. Tapi karena kita sebagai warga negara, kita wajib menghormati para pejuang yang sudah gugur menumpahkan darah sampai Indonesia bisa merdeka hingga saat ini. Bagi para peserta, ini menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa persiapan teknis berjalan mengalir seperti biasa, mulai dari briefing keamanan dasar, pemakaian alat pelindung diri (APD), hingga penjelasan rute. Namun, nilai pembeda utama ada pada luapan semangat jiwa patriotisme yang dihadirkan di dalam gua.
Pihak pengelola dan para pemandu pun berencana untuk menjadikan kegiatan upacara di perut bumi ini sebagai agenda rutin tahunan. Diharapkan, wisatawan yang datang dapat menikmati sensasi unik sekaligus merasakan emosi yang berbeda dalam merayakan hari kemerdekaan.
Selain menjadi ajang peringatan hari besar nasional, kawasan wisata ini juga terus menonjolkan sisi edukasi dan petualangan bagi para pencinta alam. Gua Sumitro sendiri merupakan bagian dari kawasan cagar alam/geowisata Gua Kiskendo.
Kawasan ini memiliki beberapa pintu gua utama, di antaranya Gua Kiskendo, Gua Sumitro, serta Gua Sumelong. Masing-masing menawarkan karakteristik lintasan dan batuan yang menantang.
Khusus untuk jelajah di Gua Sumitro, wisatawan dituntut untuk mengedepankan standar keselamatan yang ketat.
"Wisata di Gua Sumitro ini intinya adalah edukasi. Karena terletak di area Gua Kiskendo yang punya beberapa pintu seperti Gua Sumitro dan Gua Sumelong, pengunjung yang ingin masuk harus menggunakan peralatan tambahan yang lebih safety," ujarnya.
Andini Sulistyani (27), wisatawan asal Madiun, Jawa Timur, membagikan antusiasmenya usai mengarungi keindahan alam bawah tanah tersebut. Baginya, perjalanan ini menyajikan kejutan karena ia tak pernah membayangkan akan mengikuti upacara kemerdekaan di tengah kegelapan perut bumi.
"Seru sih, baru pengalaman pertama kali. Nggak nyangka bakal upacara di sini juga, surprise banget," ucapnya.
Ketika ditanya mengenai perbedaan antara upacara bendera di lapangan terbuka dengan di dalam gua, Andini menuturkan keunikan atmosfer yang ia rasakan. Suasana kegelapan tanah dan kesejukan alami gua memberikan kesan tersendiri.
"Kalau di luar kan terang ya. Kalau di sini dalam kegelapan, terus juga oksigennya nggak banyak, tapi dingin, enak," ujarnya.
Kesan positif ini membuat Andini ingin kembali lagi dan menjadikan kegiatan upacara di perut bumi sebagai agenda wisatanya kedepan.
Bentang aliran dan genangan air di dalam gua menjadi salah satu daya tarik utama yang memberikan keseruan ekstra bagi para petualang.
"Di sini kan ada genangan airnya ya, jadi nanti kita bakal nyemplung ke genangannya, wah pasti bakal seru sih. Harus dicobain. Terus juga turunannya nggak terlalu tinggi, friendly banget buat pemula," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....