Wisata Sleman Terancam Proyek Tol, BRIN Serahkan Rekomendasi ke Pemda
- 01 Sep 2026 11:23 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Industri pariwisata di Kabupaten Sleman menghadapi tantangan serius, terkait kehadiran proyek Jalan Tol yang melintasi wilayah Bumi Sembada. Baik proyek Tol Jogja-Bawen, Tol Jogja-Solo, maupun Tol Jogja-Bandara YIA.
Pelaku perhotelan merasa khawatir, keberadaan proyek nasional itu membuat wisatawan enggan menginap, karena bisa menempuh perjalanan dalam waktu singkat. Sebab, akses Jalan Tol membuat aksesibilitas menjadi semakin cepat.
Terkait persoalan ini, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menyusun 11 policy brief bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Dokumen tersebut, berisi analisis masalah dan rekomendasi tentang dampak proyek Jalan Tol di DIY.
Peneliti Utama Pusat Riset dan Kebijakan Publik BRIN, Profesor Koeswinarno mendorong Pemkab Sleman, untuk mengoptimalkan empat titik exit tol yang ada. Upaya ini diperlukan untuk meminimalkan risiko serius bagi sektor pariwisata daerah.
”Fungsi exit toll jangan sekadar difungsikan sebagai jalur keluar-masuk kendaraan, melainkan sebagai simpul ekonomi baru,” katanya dalam acara diskusi Babarsari Policy Forum di Auditorium Nusantara Cendekia BRIN Yogyakarta, Senin, 31 Agustus 2026. ”Tempat-tempat itu dapat disinergikan dengan daya tarik pariwisata lokal di Sleman.”
Ia juga memastikan, rekomendasi pemanfaatan simpul-simpul exit toll telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman agar bisa ditindaklanjuti. Sehingga diharapkan, mampu menjaga ekosistem pariwisata daerah agar tetap tumbuh positif seiring dengan beroperasinya Jalan Tol.
Terkait hal ini, Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, Nur Fitri Handayani sedang merumuskan rencana aksi bersama perangkat daerah terkait. Mengingat, pihaknya sudah menerima 11 policy brief, yang telah dibuat dan disampaikan oleh BRIN.
”Bupati Sleman sudah memberi instruksi langsung,” katanya. ”Kami siapkan sejumlah langkah konkret, salah satunya revitalisasi dan mempercantik destinasi wisata agar semakin layak kunjung, juga memperkuat promosi kawasan.”
Selain pembenahan fasilitas, Pemkab Sleman juga mulai memetakan kawasan di sekitar titik exit toll, yang potensial dijadikan simpul-simpul pariwisata. Meski lokasinya, tidak berdekatan langsung dengan destinasi wisata namun melintasi rute utama.
Beberapa kawasan yang diproyeksikan masuk peta simpul wisata seperti Purwomartani, sebagai simpul wisata sejarah karena kaya sebaran candi dan situs warisan budaya. Kemudian, kawasan Maguwo di Kecamatan Depok, disiapkan sebagai simpul pariwisata berbasis pendidikan.
Keberadaan tiga ruas Jalan Tol yang melintasi DIY, menjadi semacam segitiga emas. Humas PT Jasamarga Jogja-Solo Ahmad Izzi menyebut, ketiga ruas tol tersebut, memudahkan konektivitas tiga wilayah, yaitu Yogyakarta-Solo dan Semarang.
”Jadi kalau kita dari Jogja buru-buru mau bepergian naik pesawat namun bandara Adisucipto dan YIA penuh, bisa ke Bandara Ahmad Yani Semarang lewat sini (jalan tol),” katanya. ”Ketiga ruas tol ini dikelola Jasa Marga Grup.”
Saat ini, ruas Tol Jogja-Solo masih dalam proses pengerjaan, yang seluruh kebutuhan lahannya disiapkan oleh pemerintah. Sedangkan ruas Tol Jogja-Kulon Progo menuju Bandara YIA ditargetkan tersambung tahun 2030 mendatang.
”Pemerintah harus mengalokasikan dana Rp 17 Triliun untuk menyediakan lahan pembangunan jalan tol ini,” ucapnya. ”Nah, itu tentu dikerjakan dalam beberapa tahap, tidak mungkin jadi sekaligus kan, makanya kami prediksi 2030.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....