Pemerintah Revitalisasi 1.104 SLB, Perkuat Pendidikan Inklusif
- 16 Agt 2026 13:32 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Pemerintah pusat melakukan revitalisasi 1.104 Sekolah Luar Biasa (SLB) di seluruh Indonesia pada tahun ini. Langkah tersebut untuk mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan bagi 164.294 peserta didik berkebutuhan khusus.
Salah satu yang mendapatkan bantuan itu adalah SLB Tunas Bhakti di Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul. Secara simbolis, kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Prof. Abdul Mu'ti pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya, tidak lain adalah memastikan proses pendidikan tetap berjalan serta menciptakan kondisi pembelajaran yang aman dan kondusif bagi siswa.
“Pemerintah di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk menjadikan pendidikan sebagai program prioritas beliau dan program hasil cepat atau quick win yang diamanahkan kepada kami,” ucapnya.
Secara rinci Abdul Mu’ti menjelaskan, pada tahun 2026 pemerintah menargetkan revitalisasi sebanyak 71.744 satuan pendidikan secara nasional. Dari jumlah tersebut, 1.104 ditujukan bagi SLB.
“Selain itu pemerintah juga memberikan pelatihan bagi 1.400 guru pendamping khusus untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusi,” katanya.
Hadir dalam kesempatan ini Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, tanpa terkecuali.
“Saya ingin memastikan bahwa anak-anak di Daerah Istimewa Yogyakarta tanpa terkecuali, memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar di sekolah yang aman, nyaman, dan berkualitas,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....