Cegah Dampak Negatif Dunia Maya, Pelajar SMP Bantul Dibekali Kecakapan Digital

  • 14 Agt 2026 18:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat kehidupan para pelajar, terutama di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) semakin lekat dengan dunia digital. Di usia yang tengah memasuki masa transisi menuju remaja, penggunaan ponsel pintar tanpa pengawasan dapat menghadirkan berbagai tantangan tersendiri.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bantul mendorong peningkatan literasi digital melalui program Siswa Cakap Digital. Dikemas dalam bentuk lokakarya, sejumlah narasumber hadir tidak hanya memberikan materi saja, akan tetapi juga membuka ruang diskusi bersama siswa.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bantul, Jumakir, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak para siswa agar tidak menggunakan media sosial sebagai tempat menghabiskan waktu, tapi menjadikannya sarana untuk memperluas pertemanan dan membangun jejaring yang bermanfaat.

“Jadi media sosial tidak hanya untuk scrolling konten dan menghabiskan waktu saja, tetapi menjadi ruang aktivitas positif dengan membangun relasi yang bermanfaat bagi kemajuan,” ucapnya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Jumakir juga mengingatkan agar para siswa bersikap kritis terhadap informasi yang diterima. Prinsip ‘saring sebelum sharing’ wajib diterapkan agar mereka tidak ikut-ikutan menyebarkan informasi yang tidak benar.

“Jadi sebelum disebarkan, konten-konten itu perlu diteliti lagi. Perlu diperiksa kebenarannya, sumbernya valid atau tidak, bahkan bisa saja konten yang dilihat itu adalah berita hoax,” ujarnya.

Di sisi lain, Jumakir meminta para pelajar mengedepankan etika dalam berinteraksi serta menjauhi segala bentuk perundungan siber di ruang digital. Tindakan yang dianggap candaan di ruang digital, dapat berdampak bagi psikis orang lain.

“Jangan sampai saat membuat komentar atau pesan di media sosial itu menyakiti perasaan orang lain. Karena di balik akun media sosial itu ada manusia sungguhan yang juga bisa tersakiti kalau ada kata-kata yang tidak pantas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ruang Kolaborasi Pemuda sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Adarma Nusantara, Muhammad Asruri Faishal Alam mengungkapkan, perkembangan dunia digital memberikan kemudahan bagi masyarakat terutama dalam mengakses informasi secara cepat. Namun, di balik kemudahan itu ada tantangan berupa kebisingan digital yang dapat memengaruhi ketenangan dan kesehatan mental.

“Salah satunya adalah ketika seseorang terus-menerus membandingkan dirinya dengan standar kehidupan yang ditampilkan di media sosial. Kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan karena apa yang terlihat di media sosial belum tentu mencerminkan realitas sebenarnya,” ucapnya.

Selain itu, fenomena fear of missing out (FOMO) juga menjadi tantangan bagi pengguna media sosial saat ini. Dorongan untuk selalu mengikuti tren, tampil relevan, dan tidak ingin merasa tertinggal dapat membuat seseorang mengalami tekanan tersendiri.

“Terakhir adalah ‘information overload’ yakni kondisi otak harus menerima dan mengolah terlalu banyak informasi yang datang secara bersamaan tanpa proses penyaringan yang memadai. Jika berlangsung secara terus-menerus, maka bisa berdampak pada kelelahan kognitif dan mengganggu konsentrasi,” ucapnya menambahkan.

Dengan berbagai tantangan tersebut, Diskominfo Bantul berharap agar program Siswa Cakap Digital dapat berdampak bagi peningkatan literasi siswa di jagat maya. Dengan demikian, perkembangan teknologi diharapkan dapat mendorong siswa menjadikan internet bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk belajar dan mengembangkan potensi.

Pada tahun ini, program tersebut menyasar sepuluh sekolah di Kabupaten Bantul. Kegiatan perdana digelar di SMP Negeri 2 Kasihan pada Selasa, 11 Agustus 2026 sekaligus menjadi pembuka rangkaian edukasi literasi digital bagi para pelajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....