Gairah Siswa Disabilitas SLB Bhakti Wiyata Merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- 14 Agt 2026 12:51 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo - Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia dirasakan di berbagai ke sudut-sudut wilayah. Salah satunya di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bhakti Wiyata. Sejak Selasa hingga Kamis kemarin, halaman sekolah dipenuhi tawa dan riuh-pikuk para siswa yang antusias mengikuti serangkaian lomba khas 17-an.
Kegiatan tahunan ini merupakan upaya untuk merangkul seluruh peserta didik dari jenjang SDLB, SMPLB, hingga SMALB. Tidak peduli apa latar belakang ketunaan mereka, mulai dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, hingga autis. Semua mendapatkan panggung yang sama untuk merasakan indahnya kemerdekaan.
Berbagai jenis perlombaan disajikan untuk melatih ketangkasan dan kerja sama, mulai dari estafet karet, lomba memasukkan pensil ke dalam botol, hingga makan kerupuk. Tak hanya para siswa, kebersamaan ini makin hangat dengan adanya perlombaan khusus yang melibatkan para wali murid dan guru.
Bagi para siswa, perlombaan ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan ajang berkumpul dan bersuka ria bersama teman-teman. Rasa gembira itu dipancarkan oleh Shifa Dian Aprilia, siswi kelas 3 SMPLB. "Senang banget sih, karena bisa kumpul sama teman-teman," ujarnya.
Meski sempat gagal di cabang makan kerupuk, Shifa berhasil meraih juara pertama di cabang memasukkan pensil ke dalam botol. Pengalaman menyenangkan juga dirasakan oleh Zafa. Ia mengaku senang saat berlaga di lomba memasukkan pensil ke dalam botol hingga berhasil menyabet posisi juara kedua.
"Seru banget. Kemarin sih sempat sedikit kesulitan, tapi akhirnya bisa memasukkan pensil ke dalam botol," ucapnya, Kamis, 13 Agustus.
Mengajak seluruh siswa berkebutuhan khusus untuk berpartisipasi memang menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah. Kepala SLB Bhakti Wiyata, Tresnaning Putri, mengungkapkan bahwa keragaman kondisi siswa menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan acara.
"Keseruan dan kesulitannya tentu karena anak-anak kita beragam, ya. Baik dari jenis ketunaannya maupun kebutuhannya. Jadi kita harus memfasilitasi semuanya agar anak-anak bisa ikut semua, tentu dengan memperhatikan keberagaman tersebut," ujarnya.
Dengan penyesuaian yang tepat, ujarnya, tantangan tersebut justru berubah menjadi momen berharga. Kemerdekaan bagi SLB Bhakti Wiyata bukan sekadar selebrasi angka, melainkan wujud nyata inklusivitas di mana setiap anak, dengan segala keunikannya, dapat tersenyum dan bergandengan tangan merayakan kebebasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....