Jogja Fashion Week 2026 Dibuka, Wagub Singgung Fesyen Bukan Warisan Beku

  • 13 Agt 2026 16:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ajang Jogja Fashion Week 2026 bertajuk Roots to Resonance resmi dibuka oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X di Gedung Jogja Expo Center (JEC), Kamis, 13 Agustus 2026.

Rangkaian acara diawali dengan fashion show dan dilanjutkan dengan peninjauan pameran oleh KGPAA Paku Alam X bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam sambutannya, KGPAA Paku Alam X mengatakan, Jogja Fashion Week merupakan perhelatan tahunan yang merekam perkembangan kreativitas dan industri fashion di Yogyakarta.

“Yogyakarta tumbuh dari kebudayaan yang terus bergerak. Tradisi di sini tidak disimpan sebagai peninggalan yang beku, tetapi diwariskan melalui laku, pengetahuan, keterampilan, dan keberanian untuk mencipta. Dalam dunia fashion, warisan itu memperoleh bentuk baru melalui motif, serat, warna, rancangan, dan cerita yang membawa jejak identitas Yogyakarta,” ucapnya.

Menurutnya, tema Jogja Fashion Week 2026, yakni Roots to Resonance, mengandung pesan yang relevan. Kekuatan Yogyakarta, terletak pada kemampuan mengolah akar budaya menjadi karya yang autentik dan berkualitas, sekaligus adaptif terhadap teknologi serta mampu mengikuti perubahan selera masyarakat.

Ia berharap gelaran tersebut menjadi ruang perjumpaan antara tradisi dan masa depan, kreativitas dan profesionalisme, serta identitas lokal dan jejaring global. “Dari Yogyakarta, mari kita buktikan karya yang berakar kuat justru mampu bergema semakin jauh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Anton Raharja, mengatakan Jogja Fashion Week merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai pusat fesyen dunia. Hal tersebut juga menjadi bagian dari amanat Gubernur DIY untuk meningkatkan ekspor produk fashion ke mancanegara.

“Tema ini mengajak kita untuk menggaungkan inspirasi dari warisan budaya adiluhung Yogyakarta maupun daerah lain, sehingga dapat menjadi pemantik munculnya tren fashion di tingkat lokal, regional, maupun internasional,” katanya.

Anton berharap Jogja Fashion Week tidak hanya menjadi perhelatan fahsion, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas, kreativitas, dan daya saing industri fashion DIY maupun daerah sekitarnya.

“Semoga Jogja Fashion Week 2026 menjadi salah satu langkah nyata untuk mewujudkan cita-cita, termasuk membuka peluang bagi pelaku industri fashion, para desainer, termasuk IKM dan UMKM di industri fashion maupun turunannya. Sehingga ekosistem fashion yang ada di Yogyakarta dan DIY kami harapkan bisa naik kelas dan menembus pasar global,” ujarnya.

Jogja Fashion Week tahun ini bakal digelar selama empat hari, mulai 13 -16 Agustus 2026 di Jogja Expo Center (JEC). Jogja Fashion Week sendiri pertama kali diselenggarakan pada tahun 2006 di Atrium Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta. Acara ini digagas oleh para perancang busana dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DIY—termasuk Phillip Iswardono—setelah terinspirasi dari Bali Fashion Week guna mengangkat potensi besar industri fesyen etnik lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....