Sambut HUT RI, Bapak-Bapak di Pogung Lor Lomba Hias Tumpeng

  • 11 Agt 2026 17:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Suasana peringatah Hari Kemerdekaan sudah terasa sejak awal Agustus 2026 lalu, bendera Merah Putih berkibar di setiap sudut perkampungan hingga depan rumah. Termasuk kerja bakti hingga ragam kemeriahan perlombaan yang diikuti seluruh warga yang semakin menambah guyup rukun dan semangat gotong royong yang kental di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini.

Kemeriahan peringatan Hari Kemerdekaan tercermin di Padukuhan Pogung Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman, yang terasa berbeda dan penuh keseruan. Jika biasanya lomba menghias tumpeng didominasi kaum hawa, kali ini giliran bapak-bapak yang terjun langsung untuk meracik dan mempercantik sajian khas nusantara tersebut.

Inisiatif perlombaan menghias tumbung yang diusung PKK Padukuhan Pogung Lor ini berkolaborasi dengan Forum Pemuda Pemudi Pogung Lor (FPPL), Minggu, 9 Agustus 2026. Langkah ini bukan sekadar menyemarakkan kemerdekaan, tetapi juga membawa misi besar tentang stigma masyarakat terkait kelembagaan PKK.

Ketua PKK Padukuhan Pogung Lor, Sudaryanti mengungkapkan, bahwa selama ini gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, kerap diidentikkan hanya untuk ibu-ibu atau "simbok-simbok". Padahal sejatinya, kader PKK itu bisa dari semua elemen, bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda-pemudi, hingga remaja putra dan putri.

"Semua bisa menjadi kader PKK, bisa menggerakkan masyarakat menjadi sejahtera dengan PKK. Karena PKK kita punya 10 program pokok yang salah satunya juga pemberdayaan keluarga, kesejahteraan keluarga dengan ekonomi juga, terus kesehatan, kebersihan lingkungan," katanya.

Melalui lomba menghias tumpeng ini, Sudaryanti mengharapkan, tumbuh rasa empati dan saling menghargai antara suami dan istri di rumah, karena tugas mengolah masakan dan mengurus dapur ternyata memerlukan keterampilan serta perjuangan tersendiri. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi strategi kreatif untuk menjaring kader-kader baru di Padukuhan Pogung Lor, yang saat ini masih membutuhkan banyak tenaga pendukung, terutama untuk kader kesehatan.

"Nah, kita ingin memperkenalkan bahwa ini bapak-bapak tuh juga bisa berperan loh di kelembagaan PKK, enggak hanya simbok-simbok aja. Jadi, paling tidak ketika bapak-bapak tidak terjun langsung sebagai kader PKK, bisa mensupport kader-kader PKK karena kan selama ini ya masih banyak masyarakat tuh yang istilahnya sebelah mata gitu ya dengan PKK. Padahal PKK itu perannya di masyarakat penting sekali," ucapnya.

Melalui keterlibatan kaum Adam dalam hal terkecil diharapkan cita-cita membangun negeri dari keluarga bisa terbangun, dan dimulai dari hal terkecil yakni terkait masalah dapur.

Antusiasme para peserta pria pun terlihat begitu tinggi meski sebagian besar dari mereka belum pernah meracik tumpeng sebelumnya. Salah satu peserta lomba, Sugeng Enggal mengakui, bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang sangat berkesan dan seru bagi kaum bapak.

"Untuk Pogung Lor, ini baru pertama kalinya diadakan lomba tumpeng khusus bapak-bapak. Alhamdulillah antusiasnya cukup meriah. Yang biasanya enggak bisa menghias tumpeng atau masak, akhirnya mau enggak mau jadi bisa," ujarnya sambil tertawa.

Demi memberikan penampilan terbaik, Sugeng dan peserta lainnya bahkan menyempatkan diri untuk 'berguru' secara mandiri sebelum hari perlombaan tiba.

"Sebenarnya kalau sulit sih enggak, karena sebelum lomba ini kan malamnya kita belajar dulu lewat tutorial, bagaimana menata sajiannya. Pas hari H tinggal kita praktikkan di sini, jadi enggak susah-susah banget. Ini menambah pengalaman kami bapak-bapak untuk ikut menghias tumpeng," ujarnya.

Selain lomba menghias tumpeng untuk bapak-bapak, peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Padukuhan Pogung Lor pada kesempatan tersebut juga digelar lomba Senam untuk ibu-ibu, dan lomba memancing ikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....