UNY Gelar Pelatihan Pembelajaran BIPA Berbasis Permainan di Jerman

  • 11 Agt 2026 13:43 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kerja Sama Internasional Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sukses menyelesaikan tahap pertama pelatihan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) secara daring. Program ini bertujuan memperkaya strategi pengajar melalui metode interaktif berbasis permainan.

Dalam pelaksanaannya, tim yang dipimpin oleh Dosen UNY Dr. Ari Kusmiatun M.Hum. bersama anggota Fitria Wiyarti Nindyaningrum M.Pd. dan Mia Awaliyah M.Pd. ini menggandeng organisasi IKAT Jerman pimpinan Dyah Narang Huth di Hamburg serta APPBIPA Jerman pimpinan Ade Umar Said Schütz M.A.

Tahap awal pelatihan melibatkan praktik langsung bersama para pemelajar BIPA di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin guna menguji efektivitas media permainan bahasa. Penerapan pendekatan yang adaptif menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan mengajarkan bahasa Indonesia di luar negeri, khususnya bagi pelajar lintas usia dan latar belakang.

"Penggunaan strategi kreatif terbukti efektif mencairkan suasana kelas serta mempermudah pemahaman tata bahasa tanpa membebani peserta," ujar Ari.

Rangkaian sesi daring yang berlangsung sepanjang Februari hingga April tersebut mencakup 12 kali pertemuan berkolaborasi dengan program Kecap BIPA. Kendati perbedaan waktu yang signifikan membuat kelas harus berlangsung hingga tengah malam waktu Indonesia Barat, antusiasme peserta tetap terjaga dengan baik.

Pertemuan secara blended (luring dan daring) dalam pelatihan pembelajaran BIPA kerjasama UNY dan IKAT Jerman.

Ketua IKAT Jerman Dyah Narang Huth mengungkapkan bahwa konsep belajar sambil bermain mampu menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, baik bagi pengajar maupun murid. Kesan positif tersebut turut dirasakan oleh salah seorang pemelajar BIPA Harald yang mengaku lebih terbantu dalam mengingat kosakata.

Sebagai penutup tahap pertama, penyelenggara menggelar pertemuan gabungan (blended) yang mempertemukan peserta secara luring di KBRI Berlin dan daring dari Indonesia. Keberhasilan fase awal ini menjadi pijakan penting untuk melangkah ke tahap berikutnya.

Puncak rangkaian program ini dijadwalkan berlangsung pada September mendatang melalui lokakarya tatap muka di Bremen, Jerman. Pada sesi luring tersebut, para pengajar akan melakukan pemodelan dan uji coba langsung guna memperkuat jejaring sekaligus meningkatkan mutu pengajaran BIPA secara global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....