Merdeka Menurut Pandangan Islam

  • 07 Agt 2026 13:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Program kajian Mutiara Pagi Pro 1 RRI Yogyakarta, Jumat 7 Agustus 2026 menyampaikan tema mengenai pentingnya memperingati kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya sebagai seremonial sejarah, tetapi juga sebagai momentum menguatkan fondasi spiritual bangsa.

Ustadzah Srimarlina, Sekretaris Majelis Tablig dan Ketarjihan Pimpinan Pusat Aisyiah mengatakan, kemerdekaan Indonesia yang diraih melalui perjuangan, pengorbanan jiwa, raga, dan tetesan air mata para pahlawan dinilai tidak lepas dari landasan keimanan kepada Allah Swt. Oleh karena itu, tongkat estafet perjuangan yang kini berada di tangan generasi penerus perlu dilanjutkan dengan pendekatan yang relevan terhadap tantangan zaman.

Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa tantangan masyarakat saat ini telah bergeser. Jika pahlawan masa lalu bertempur melawan penjajah di medan perang, maka masyarakat masa kini dihadapkan pada perjuangan melawan kebodohan, kemiskinan, ketimpangan, serta degradasi moral yang kian marak.

Mengutip pesan Rasulullah SAW pasca-Perang Badar, perjuangan terbesar yang dihadapi manusia setelah perang fisik adalah jihad al-nafs atau perjuangan melawan hawa nafsu. Dalam konteks berbangsa, dua pilar utama yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan ini adalah iman dan takwa.

Sebuah bangsa yang maju tidak hanya dinilai dari kemegahan fisik, teknologi canggih, atau gedung-gedung yang menjulang tinggi. Tanpa pilar moral dan spiritual yang kokoh, tatanan masyarakat akan rentan mengalami kemunduran.

Penerapan iman dan takwa dapat diwujudkan dalam pelbagai profesi dan aktivitas harian:

Aparatur Sipil Negara (ASN): Menjadikan iman dan takwa sebagai benteng dari tindakan korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Pedagang: Menerapkan kejujuran dalam bertransaksi dan menjaga timbangan di pasar-pasar tradisional.

Pelajar dan Mahasiswa: Menuntut ilmu tidak hanya untuk kecerdasan intelektual, tetapi juga dibarengi dengan akhlak mulia dan rasa hormat kepada sesama.

Masyarakat Luas: Menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial demi kemaslahatan bersama (Khairunnas anfahum linnas sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama).

Mengutip firman Allah SWT dalam Qur'an Surah Al-A'raf ayat 96, keberkahan suatu negeri dari langit dan bumi akan dilimpahkan apabila penduduknya beriman dan bertakwa. Oleh karena itu, setiap aktivita mulai dari petani yang turun ke sawah, guru yang mengajar, hingga ibu rumah tangga yang mendidik anak diharapkan dapat diniatkan sebagai ibadah untuk memajukan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....