Kasus Kebakaran di Gunungkidul Melonjak Tajam Selama 2026

  • 05 Agt 2026 19:16 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul - Kasus kebakaran di Kabupaten Gunungkidul selama tahun 2026 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Hingga Rabu, 5 Agustus 2026, UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Gunungkidul telah menangani 72 kejadian kebakaran. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada musim kemarau tahun lalu yang hanya berkisar 20 kejadian.

Berdasarkan data UPT Damkarmat, objek yang paling banyak terbakar adalah lahan sebanyak 27 kejadian, disusul rumah tinggal 16 kejadian, kandang ternak 14 kejadian, tempat usaha 7 kejadian, gudang 3 kejadian, kendaraan 2 kejadian, serta sekolah, tempat ibadah, dan pohon masing-masing 1 kejadian.

Berdasarkan wilayah, Kapanewon Wonosari menjadi daerah dengan jumlah kebakaran terbanyak, yakni 13 kejadian, diikuti Semanu 12 kejadian dan Playen 10 kejadian. Karangmojo mencatat 7 kejadian; Paliyan dan Ponjong masing-masing 5 kejadian; Ngawen dan Patuk masing-masing 4 kejadian; Tanjungsari 3 kejadian; serta Gedangsari dan Rongkop masing-masing 2 kejadian.

Sementara itu, Nglipar, Panggang, Purwosari, Semin, dan Tepus masing-masing mencatat 1 kejadian. Hingga awal Agustus, Girisubo dan Saptosari belum mencatat kejadian kebakaran.

Kasubag Tata Usaha UPT Damkarmat BPBD Gunungkidul Ngadiyono mengatakan lonjakan kejadian dipengaruhi kondisi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi mengering sehingga api lebih mudah muncul dan cepat menjalar.

“Jumlah kejadian tahun ini memang meningkat cukup tajam. Sampai 5 Agustus sudah tercatat 72 kasus, padahal pada periode yang sama tahun lalu sekitar 20 kejadian. Kondisi cuaca yang panas, kering, dan angin yang cukup kencang menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api,” ujarnya.

Menurut Ngadiyono, sebagian besar kebakaran lahan dipicu aktivitas manusia, seperti pembakaran sampah maupun sisa tanaman yang tidak diawasi hingga api merambat ke area lain. Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan tidak membakar sampah atau semak-semak secara sembarangan serta memastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan.

“Kami mengajak masyarakat lebih berhati-hati. Hindari membakar sampah saat cuaca panas dan berangin. Jika melihat kebakaran, segera laporkan agar petugas bisa cepat melakukan penanganan sehingga api tidak meluas,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....