Dampak Kemarau dan MBG, Harga Sayuran di Pasar Giwangan Melonjak
- 05 Agt 2026 13:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Musim kemarau tidak hanya memicu kekeringan di sejumlah wilayah, tetapi juga berdampak pada lonjakan harga beberapa komoditas sayuran di Pasar Giwangan, Kota Yogyakarta.
Salah seorang pedagang sayur di Pasar Giwangan, Dwi, mengungkapkan bahwa kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas ketimun dan wortel. Ketimun yang biasanya dijual Rp5.000 per kilogram melonjak menjadi Rp18.000 per kilogram, sementara wortel naik dari Rp10.000 menjadi Rp18.000 per kilogram.
"Yang paling tinggi kenaikannya saat ini ketimun. Biasanya hanya sekitar Rp5.000 per kilogram, sekarang sudah mencapai Rp18.000 per kilogram," ujar Dwi, Selasa, 4 Agustus 2026.
Selain sayuran, komoditas rempah dan bumbu dapur juga mengalami penyesuaian harga. Cabai keriting kini dijual sekitar Rp35.000 per kilogram, tomat naik menjadi Rp18.000 per kilogram, sedangkan bawang merah dan bawang putih stabil di kisaran Rp38.000 per kilogram.
Dwi menjelaskan bahwa berkurangnya pasokan hasil panen yang masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta akibat kemarau menjadi faktor utama kenaikan harga. Selain itu, dimulainya program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendongkrak permintaan pasar.
Kondisi tersebut memaksa para pelaku usaha kuliner memutar otak. Yani, seorang pedagang warung nasi rames, mengaku terpaksa menyesuaikan porsi dan jenis bahan masakan agar biaya operasional tetap terkendali.
"Kami harus memutar otak mencari alternatif sayuran lain. Penggunaan wortel mulai dikurangi, begitu juga ketimun yang biasanya dibuat acar. Porsinya terpaksa dikurangi supaya keuntungan tetap ada," ucapnya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Para pedagang dan pembeli berharap pasokan sayuran dapat segera kembali normal sehingga harga di pasaran kembali stabil selama musim kemarau berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....