Kekeringan Meluas ke Enam Kapanewon, BPBD Bantul Salurkan 436.500 Liter Air

  • 05 Agt 2026 10:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul terus menggencarkan distribusi air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Hingga 3 Agustus 2026, BPBD Bantul telah menyalurkan sekitar 436.500 liter air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol mengungkapkan jika pada akhir Juli terdapat lima kapanewon yang terdampak, maka pada awal Agustus ini, dampak kekeringan sudah meluas ke enam kapanewon. Total ada sebanyak 669 kepala keluarga (KK) atau 3.287 jiwa yang menerima bantuan air.

“Untuk wilayah terdampak ada di Kapanewon Dlingo, Pajangan, Pundong, Imogiri, Piyungan, lalu yang baru di Sedayu. Ada sembilan kalurahan dan 14 padukuhan yang menerima bantuan air,” ucapnya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Secara rinci, Antoni menyatakan Kapanewon Dlingo menjadi wilayah dengan dampak kekeringan terparah. Sebanyak 119.500 liter air atau 24 tangki telah disalurkan di kawasan tersebut. “Bantuan air di Dlingo diperuntukkan bagi 295 KK dengan jumlah penerima mencapai 1.778 jiwa,” katanya.

Kapanewon Pajangan menempati urutan berikutnya sebagai wilayah penerima bantuan air bersih terbanyak. Sebanyak 117.000 liter air telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 320 warga. “Di Pajangan itu 23 tangki, lalu di wilayah Pundong menerima 95.000 liter air atau 19 tangki,” ujarnya.

Selanjutnya, Kapanewon Imogiri mendapatkan 55.000 liter air bersih yang dimanfaatkan oleh 345 KK atau 1.062 jiwa. Sementara Kapanewon Piyungan menerima 45.000 liter air dan diperuntukkan bagi 79 jiwa.

“Yang terakhir ada di Kapanewon Sedayu dengan kebutuhan sebanyak 5.000 liter atau satu tangki. Bantuan itu digunakan oleh 648 warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya menambahkan.

Antoni menambahkan, dalam penyaluran bantuan air bersih, BPBD Bantul juga bekerja sama dengan berbagai pihak. Total ada 87 tangki yang telah digunakan untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.

“Dari kami ada 22 tangki, PMI 21 tangki, Tagana 13 tangki, BBWSSO satu tangki, serta 30 tangki lainnya dari donasi masyarakat. Jadi totalnya ada 87 tangki,” kata Antoni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....