Minim Penerangan, Mahasiswa UGM Angkat Pemanfaatan Energi Surya di Pulau Togean

  • 05 Agt 2026 05:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Tojo Una-Una – Puluhan mahasiswa UGM yang tergabung dalam program KKN Ekspedisi Togean mengangkat pemanfaatan energi tenaga surya sebagai upaya penerangan sejumlah titik rawan gelap di Pulau Togean. Tepatnya di Desa Bungayo, Desa Lebiti, dan Desa Pulau Enam Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Program yang bertajuk “Terangi Togean” ini merupakan solusi dari permasalahan minimnya penerangan di wilayah tersebut.

Mahasiswa KKN UGM yang juga pelaksana program “Terangi Togean”, Wahid Adam Nugraha menjelaskan pihaknya turut melakukan pemasangan panel surya untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan aksesibilitas masyarakat dalam beraktivitas pada malam hari. Upaya ini sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan.

Wahid menuturkan pemasangan lampu panel surya dilakukan di beberapa titik di masing masing Desa Lebiti, Desa Bungayo dan Desa Pulau Enam. Penentuan titik titik pemasangan lampu tersebut dilakukan melalui pemetaan jaringan jalan dan mempertimbangkan analisis dari pemerintah setempat.

“Setelah instalasi panel surya tersebut terpasang, kami memberikan pengetahuan kepada masyarakat sekitar mengenai perawatan alat lampu panel surya dengan tujuan untuk membantu warga agar bisa melakukan perawatan mandiri secara rutin,” kata Wahid, Selasa, 4 Agustus 2026.

Wahid menambahkan, selain menghadirkan penerangan di ruang-ruang publik yang sebelumnya minim cahaya, program ini juga menjadi wujud penerapan teknologi tepat guna yang mendukung pembangunan desa berkelanjutan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

“Melalui program Terangi Togean, kami ingin menghadirkan solusi sederhana namun berdampak nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Sementara, Kepala Desa Lebiti Kabupaten Tojo Una-Una, Aman menyebut pemadaman listrik rutin terjadi pada pukul 12.00-17.00 WITA setiap harinya. Dia mengakui terdapat banyak titik yang kurang pencahayaan di Desa Lebiti yang dikhawatirkan membahayakan aktivitas masyarakat pada malam hari. Dia mengaku program “Terangi Togean” ini memberikan manfaat bagi masyarakat yang juga menghadapi tantangan berupa kurangnya pengetahuan dalam memanfaatkan energi terbarukan.

“Dengan adanya panel surya, kami melihat bahwa energi matahari ternyata bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan desa. Selain terang, program ini juga ramah lingkungan dan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....