Ustadz Ja'far Arifin: Waktu Adalah Nikmat yang Harus Diisi Amal Saleh

  • 02 Agt 2026 08:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Dalam tatanan kehidupan di dunia, waktu merupakan salah satu nikmat paling berharga yang sering kali terabaikan oleh manusia. Waktu bersifat linear dan senantiasa berlalu tanpa dapat diulang kembali. Setiap bertambahnya hitungan tahun pada usia seseorang, pada hakikatnya justru berkurang porsi sisa kesempatan hidup yang dimilikinya di dunia.

Penceramah Agama Islam Ustadz Ja’far Arifin SAg MA saat siaran Rohani Islam RRI mengatakan waktu harus diisi dengan hal-hal yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun sesama. Ia menukil sabda Rasulullah SAW bahwa manusia terbaik di sisi Allah adalah manusia yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesamanya.

Ia menegaskan waktu diibaratkan layaknya sebilah pedang tajam. Jika seseorang tidak mampu menggunakan pedang tersebut dengan bijak dan benar, pedang itu justru akan melukai atau membawa bencana bagi pemiliknya sendiri.

Ustadz Ja’far Arifin SAg MA menyampaikan mumpung masih diberikan sisa umur, hendaknya setiap muslim memperbanyak amal saleh, meningkatkan ibadah, dan tidak menyia-nyiakan waktu. Menurutnya, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajalnya akan tiba.

Kematian dan batas usia merupakan ketetapan mutlak yang tidak dapat ditawar, dikompromikan, atau ditunda oleh manusia. Ajal dapat datang kapan saja tanpa memandang usia. Ketika saatnya tiba, tidak ada satu pun jiwa yang mampu mempercepat atau mengundurnya.

Ustadz Ja’far Arifin SAg MA mengungkapkan para ulama menegaskan bahwa umur panjang pada dasarnya merupakan nikmat besar sekaligus ujian penentu bagi setiap hamba. Karunia umur panjang tidak secara otomatis menjadi jaminan kemuliaan, melainkan bergantung sepenuhnya pada bagaimana waktu tersebut diisi.

Ia menambahkan bertambahnya usia yang diiringi dengan bertambahnya amal kebaikan merupakan tolok ukur utama dari kekuatan iman seseorang. Seorang mukmin sejati akan senantiasa menjadikan setiap bertambahnya hari sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT.

Mengakhiri ceramahnya, Ustadz Ja’far Arifin SAg MA menegaskan momentum waktu yang dimiliki saat ini hendaknya dijadikan sarana untuk merenungi hakikat hidup dan mempersiapkan bekal akhirat. Umur adalah modal utama manusia yang berkurang setiap harinya. Menggunakannya dalam ketaatan adalah keberuntungan teragung, sedangkan menyia-nyiakannya adalah suatu kerugian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....