Sanggar ASI Gelar Aksi Damai, Ajak Publik Dukung Ibu Menyusui

  • 01 Agt 2026 19:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dalam rangka memperingati Pekan Menyusui Sedunia yang bertepatan dengan Bulan ASI Nasional, Sanggar ASI menggelar aksi damai di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Aksi ini sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat bahwa menyusui bukan hanya urusan domestik seorang ibu, melainkan tanggung jawab bersama sebagai bagian dari kepentingan publik.

CEO Sanggar ASI, Raisika Riyanto, mengatakan aksi damai sengaja digelar di ruang publik agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya memberikan dukungan kepada ibu menyusui.

“Menyusui itu bukan hanya tugas seorang ibu. Keberhasilan menyusui merupakan tahapan penting dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan seorang anak untuk mencegah stunting,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan.

Menurutnya, keberhasilan ibu yang menyusui menjadi tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, Raisika berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa setiap tanggal 1 hingga 7 Agustus diperingati secara serentak di berbagai negara sebagai bentuk dukungan terhadap ibu menyusui.

“Kita bangga ketika seorang ibu berhasil menyusui. Kita juga bisa mendukung ibu yang sedang menyusui, misalnya saat berada di ruang publik dan bayinya menangis. Jangan malah menghakimi atau menganggap bayinya rewel, tetapi berikan dukungan agar ibu merasa nyaman menyusui di tempat umum. Misalnya dengan membantu menyediakan apron atau penutup, atau sekadar memberikan minum agar ibu merasa lebih tenang,” ujar CEO Sanggar ASI.

Masyarakat turut meberikan partisipasinya dengan beorasi dan menandatangani petisi dalam Aksi Damai yang digelar Sangar ASI. (Foto: RRI/Fika Azalea)

Sementara itu, salah satu masyarakat yang ikut berpartisipasi, Muhammad Sonani, mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebagai seorang ayah, ia berharap para ibu di Indonesia dapat memberikan ASI kepada anak hingga usia dua tahun sesuai anjuran.

“Sesuai dengan harapan Indonesia yaitu anak-anak kita sehat, cerdas, dan anak-anaknya lagi nanti bisa melahirkan anak-anak yang juga cerdas dan sehat,” ucapnya.

Sanoni mengaku mewajibkan dan mendukung istrinya untuk memberikan ASI kepada ketiga anak mereka hingga usia dua tahun. Ia menambahkan, dirinya mewajibkan dan mendukung istrinya untuk memberikan ASI kepada ketiga anak mereka hingga usia dua tahun karena meyakini hal itu dapat mencerdaskan anak.

Terbukti ketiga anaknya kini berhasil menempuh pendidikan, masing-masing sebagai sarjana ekonomi, sarjana psikologi, dan calon dokter.

Melalui aksi damai ini, Sanggar ASI mengajak masyarakat, khususnya yang melintas di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, untuk menyampaikan dukungan kepada ibu menyusui dengan menandatangani petisi dan beroasi menyampaikan apsirasinya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....