Sambangi Kantor Dishub DIY, Pengemudi Becak Tolak Penutupan Total Jalur Malioboro
- 30 Jul 2026 20:41 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Paguyuban Becak Motor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta akses Jalan Malioboro tidak ditutup total saat pelaksanaan Car Free Day (CFD). Permintaan tersebut disampaikan dalam audiensi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY di Kantor Dishub DIY, Kamis 30 Juli 2026, sebagai respons atas rencana penataan kawasan Malioboro dan pembatasan kendaraan bermotor.
Perwakilan paguyuban becak menyampaikan, penghasilan utama para pengemudi becak motor merupakan hasil dari menarik becaknya. Banyak dari mereka masih kesulitan mencari nafkah, bahkan membayar becak saja masih berhutang. Terlebih kebijakan penutupan jalan saat Car Free Day dianggap menambah kerugian masyarakat. hari Sabtu dan Minggu merupakan hari yang ramai pengunjung.
Komandan Satgas Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY), Heru Santoso, menuturkan hari Sabtu dan Minggu merupakan hari yang ramai pengunjung. Bagi para pengemudi becak motor, hal itu merupakan kesempatan untuk menambah penghasilan bagi keluarga yang menanti di rumah.
“Saya mohon ketegasan, selama belum ada solusi dibuka saja jangan di stop, itu aja!. kalau memang akan diterapkan Car Free Day, kami minta separuh jalan saja cukup. supaya perekonomian bisa jalan,” ujar Heru Santoso.
Kepala Dinas Perhubungan DIY (Dishud DIY), Christina Erni Widyastuti, menyampaikan, kebijakan Car Free Day itu bukan merupakan kewenangannya. Namun, kebijakan itu harus mengkoordinasikan kepada pimpinan, Pemda, serta Pemerintahan Kota Yogyakarta.
Untuk itu, audiensi yang digelar hari ini belum ada keputusan final, namun terdapat sedikit titik terang. Dishub berjanji akan menyampaikan keberatan para pengemudi motor kepada para pimpinan dan Gubernur.
Lebih lanjut, Erni menyatakan akan menjadwalkan kembali audiensi dan berupaya mencari solusi supaya apa yang sebaiknya dilakukan pemerintah tidak merugikan para pengemudi becak motor secara ekonomi. Pengemudi becak motor, Sumara (46), mengaku khawatir kehilangan sumber penghasilannya jika akses Malioboro akan ditutup.
“Kalo nanti jalur Malioboro ditutup, ya penghasilan saya sehari-hari cari ke mana Mbak?" ucap Sumara saat di temui di lokasi. (Naila Siti Aisyatarridho)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....