Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat di Masa Depan
- 30 Jul 2026 16:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID – Yogyakarta, Masalah stunting masih menjadi tantangan serius bagi pertumbuhan generasi muda di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat komitmen dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui penguatan sinergi lintas sektor.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Gunungkidul, Mohammad Ali Mas’udi, mengatakan tren stunting di Gunungkidul menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data SSGI/SKI, prevalensi stunting tercatat 22,2 persen pada 2023, turun menjadi 19,7 persen pada 2024, dan kembali menurun pada 16,62% pada 2025.
“Data dari Dinkes Gunungkidul per Februari 2026 mencatat penurunan lanjutan menjadi 15,72% atau 4.453 anak. Capaian ini sudah melampaui target nasional RPJMN 2025 sebesar 18,8%. Sekalipun begitu, Pemkab Gunungkidul menetapkan target jangka panjang 14% pada 2029”, katanya ketika menjadi narasumber pada Dialog Jogja Menyapa di RRI Yogyakarta pada Senin, 27 Juli 2026.
Sementara itu, Ketua DPD Pergizi Pangan DIY, Agus Wijanarko, mengatakan pencegahan stunting sebenarnya berfokus pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun). Namun, konsep 8.000 Hari Pertama Kehidupan memperluas cakupan pencegahan dengan melibatkan masa remaja hingga usia dini agar pencegahan gizi terjadi lebih awal secara menyeluruh.
“8.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi pencegahan terhadap siklus terjadinya stunting, dilakukan lebih awal bukan dari saat hamil saja melainkan juga ketika remaja atau sebelum hamil sehingga memastikan status gizi remaja menjadi optimal," ujarnya.
Agus menambahkan dengan penerapan program 8.000 HPK secara lebih luas, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan generasi mendatang, serta membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih sehat dan produktif, terutama dalam mengatasi masalah stunting di Indonesia. (Prima Hapsari)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....