UGM dan NTU Singapura Pasang Sistem PLTS di Soropadan Bantul
- 29 Jul 2026 18:36 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul - Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Nanyang Technological University (NTU) Singapura memasang lima unit sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Soropadan, Kalurahan Tirtomulyo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul pada Rabu, 15 Juli 2026. Instalasi energi terbarukan tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan listrik untuk penerangan sekaligus mengoperasikan pompa air masyarakat.
Sistem PLTS menggunakan panel surya tipe monocrystalline dengan kombinasi rangkaian seri dan paralel sehingga mampu menghasilkan pasokan listrik yang lebih optimal. Kegiatan ini merupakan bagian dari program ASEAN-NTU-UGM Summer School 2026 bertajuk "Advancing Sustainable City Through Community Empowerment and Appropriate Technology in Yogyakarta, Indonesia".
Mahasiswa dari sembilan negara ASEAN terlibat langsung dalam pengabdian masyarakat ini. Para peserta berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Brunei Darussalam, dan Laos, dengan pendampingan dosen dari UGM, NTU Singapura, serta perguruan tinggi mitra ASEAN.
Penanggung jawab kegiatan Akmal Irfan Majid dari Departemen Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik UGM mengatakan peserta bersama warga melakukan perakitan hingga pemasangan sistem PLTS.
"Para peserta juga berdiskusi dengan warga mengenai potensi pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi penyediaan energi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan," ujarnya, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurut Akmal, pemanfaatan PLTS diharapkan membantu masyarakat memperoleh sumber energi mandiri dan hemat biaya untuk menunjang operasional fasilitas air bersih. Keberadaan instalasi ini juga menjadi media edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan energi baru terbarukan.
Selain memberi manfaat bagi warga, program ini menjadi wadah mempererat kerja sama akademik dan pertukaran budaya antarmahasiswa ASEAN. Melalui interaksi selama kegiatan, para peserta saling berbagi pengalaman mengenai penerapan pembangunan berkelanjutan.
Akmal menjelaskan Summer School dirancang agar mahasiswa menerapkan ilmu secara langsung melalui teknologi tepat guna yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
"Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus berkontribusi melalui penerapan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan," katanya.
Ke depan, UGM bersama pengurus setempat akan melakukan pendampingan dan pemantauan berkala terhadap kinerja sistem PLTS. Dusun Soropadan diproyeksikan menjadi kawasan percontohan (pilot project) pengabdian masyarakat berbasis energi bersih untuk program Summer School maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM pada tahun-tahun mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....