DIY Raih Sertifikat Eliminasi Malaria, Puskesmas Girimulyo Sabet Peringkat 2
- 29 Jul 2026 20:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi menerima Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan RI. Penghargaan tersebut diterima Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, yang mewakili Gubernur DIY, dalam Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia Tahun 2026 di Gedung Prof dr Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, pada Selasa, 28 Juli 2026.
Sertifikat eliminasi malaria diserahkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, yang diwakili Wakil Menteri Kesehatan I, Dante Saksono Harbuwono. Penghargaan diberikan kepada dua provinsi, yakni Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Sumatera Selatan, serta tujuh kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Langkat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kabupaten Bintan.
Seluruh pemerintah daerah penerima sertifikat berkomitmen menjaga status eliminasi malaria melalui upaya pengendalian yang berkelanjutan. Dalam sambutannya, Dante menegaskan malaria masih menjadi ancaman serius karena dapat menyebabkan kematian.
Secara global, pada tahun 2024 tercatat 282.610.000 kematian akibat malaria. Sementara di Indonesia, sepanjang 2025 terdapat sekitar 700.000 kasus dengan 120 kematian atau rata-rata satu kematian setiap tiga hari.
"Pemerintah menetapkan Peta Jalan Eliminasi Malaria 2025-2045, nanti goal-nya ada di 2030 bahwa kita akan bebas malaria," ucap Wakil Menteri Kesehatan tersebut.
Ia menjelaskan pemerintah terus memperkuat berbagai strategi percepatan eliminasi malaria, di antaranya melalui Program Token (Temukan, Obati, dan Kendalikan Faktor Risiko), pemberian obat massal di wilayah endemis, Targeted Drug Administration (TDA), serta Intermittent Preventive Treatment (IPT).
"Saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya terhadap komitmen yang dicapai oleh para gubernur, kepala daerah, tenaga kesehatan yang tadi baru saja mencapai penghargaan yang tinggi terhadap komitmen untuk memberantas malaria di tempatnya masing-masing," ucapnya.
Dante berharap seluruh upaya tersebut dapat mengantarkan Indonesia mencapai target bebas malaria pada tahun 2030.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, menyampaikan hingga Juli 2026 Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria. Meski demikian, capaian eliminasi terus menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 414 kabupaten/kota atau sekitar 94,1 persen dari target nasional tahun 2026 telah berhasil mencapai status eliminasi malaria.
Pada kesempatan yang sama, tenaga kesehatan Puskesmas Girimulyo II, Kabupaten Kulon Progo, Sukasih, berhasil mengharumkan nama DIY setelah meraih Juara Kedua Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria Tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan memperoleh sertifikat eliminasi malaria harus diikuti dengan komitmen mempertahankan capaian tersebut.
"Kita sebagai daerah yang tadi sudah menerima sertifikat eliminasi malaria, kita harus tetap melakukan pertahanan, ya, bahwa eliminasi (malaria) harus kita pertahankan," ucap Sukasih.
Adapun Juara Pertama Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria Tahun 2026 diraih Leni Apriana dari Provinsi Lampung, sedangkan Juara Ketiga diraih Merry Kurniya Ningsih dari Provinsi Sumatera Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....