Bupati Gunungkidul Soroti Sampah hingga Kekurangan ASN di DLH

  • 29 Jul 2026 11:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul - Persoalan pengelolaan sampah, pelayanan perizinan, hingga minimnya jumlah aparatur menjadi perhatian Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat memberikan pembinaan kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Selasa, 28 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bintaos, Kantor DLH Gunungkidul, Kapanewon Playen, itu dimanfaatkan sebagai forum evaluasi sekaligus penguatan kinerja organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan publik di sektor lingkungan hidup.

Kepala DLH Gunungkidul Edy Basuki mengatakan salah satu fokus utama instansinya saat ini adalah mengurangi sampah organik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Target tersebut diharapkan dapat tercapai pada Agustus 2026 melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Saat ini telah terbentuk hampir 400 bank sampah dan 21 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang diharapkan mampu mengurangi volume sampah organik yang dikirim ke TPA,” ujarnya.

Di sisi lain, DLH juga menghadapi persoalan serius berupa berkurangnya jumlah pegawai akibat banyaknya ASN yang memasuki masa pensiun. Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah layanan strategis, termasuk bidang perizinan yang hingga kini belum memiliki kepala bidang definitif sejak Mei 2026.

“Jabatan tersebut sangat penting karena berkaitan langsung dengan pelayanan investasi, khususnya dalam proses pemenuhan persyaratan perizinan,” katanya.

Keterbatasan personel juga dirasakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Lingkungan yang tengah mempersiapkan proses akreditasi pada Februari 2027. Saat ini laboratorium hanya diperkuat tiga hingga empat personel.

Situasi serupa terjadi di UPT Kebersihan dan Pertamanan, di mana pemeliharaan sejumlah taman dilakukan oleh satu petugas, padahal sebelumnya ditangani empat orang.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Endah mengakui kekurangan sumber daya manusia menjadi persoalan yang tidak hanya dialami DLH, tetapi juga sejumlah sektor lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Ia mencontohkan sektor pendidikan yang saat ini masih mengalami kekurangan lebih dari seribu tenaga pendidik.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Endah meminta seluruh pegawai tetap menjaga semangat dalam menjalankan tugas. Menurutnya, peran DLH sangat strategis dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mewariskan alam yang lestari kepada generasi mendatang.

“DLH merupakan garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Jangan pernah menyerah menghadapi tantangan, karena setiap ujian adalah proses untuk menjadi lebih baik,” katanya.

Ia juga mendorong seluruh ASN untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan pengembangan diri agar mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional kepada masyarakat.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan memperkuat sinergi lintas organisasi perangkat daerah dalam menangani isu-isu lingkungan. Bupati menegaskan persoalan kelestarian alam tidak bisa dibebankan hanya kepada DLH, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah dan masyarakat.

Selain pengelolaan sampah, pemerintah daerah juga mulai memberi perhatian terhadap berbagai persoalan lingkungan lainnya, termasuk keseimbangan ekosistem dan pengendalian populasi monyet ekor panjang yang belakangan menjadi perhatian di sejumlah wilayah Gunungkidul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....