Dua Keluarga di Sleman Berangkat Transmigrasi ke Poso, Bakal Olah 2 Hektar Kebun

  • 28 Jul 2026 18:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Pada tahun ini sebanyak dua keluarga asal Sleman akan menjalani transmigrasi di Desa Torire, Poso, Sulawesi Tengah. Meski animonya tinggi, Kepala Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta Tunggak Santosa menyebut pihaknya dibatasi oleh kuota yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Di sisi lain, harus ada kerja sama antara daerah pengirim dan penerima transmigrasi. Hal ini lantaran daerah penerima harus memberikan fasilitas lengkap kepada transmigran. Tunggak menyebut, para transmigran nantinya akan diberikan fasilitas lengkap. Meliputi rumah tinggal beserta perlengkapannya dan kebutuhan hidup seperti sembako selama 1 tahun untuk lahan kering dan 1,5 tahun untuk lahan gambut. Tak hanya itu, transmigran nantinya akan diberikan tanah dan pekarangan seluas dua hektar.

“Kalau Poso konturnyanya dataran tinggi, bukit-bukit. Jadi, lebih ke (budidaya) kopi dan coklat di sana. Sangat subur di sana,” kata Tunggak saat ditemui di BBPPMT Yogyakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Sebelum berangkat ke Poso, calon transmigran akan menjalani pelatihan di BBPPMT Yogyakarta. Terdapat lahan praktik yang bisa dimanfaatkan untuk berlatih mengolah lahan transmigrasi. Pada 5 tahun pertama, transmigran akan menjalani masa pembinaan. Selanjutnya, transmigran akan dialihkan ke Pemda masing-masing untuk berpindah domisili. Untuk itu, dia menegaskan keluarga yang mengikuti program transmigrasi diminta menetap dan tidak kembali ke daerah asal.

“Memang menetap di sana mengembangkan kawasan itu,” ucapnya.

Selain ke Poso, Tunggak menuturkan ada sejumlah wilayah favorit yang banyak dimintasi sebagai tujuan transmigrasi. Diantaranya adalah Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Ada pula wilayah Mamuju dan Halmahera. Tunggak menambahkan banyak warga Sleman yang akhirnya sukses usai menjalani program transmigrasi.

“Sangat banyak kalau kita berikan contoh. Kebetulan ada yang menjadi pengusaha sukses untuk sewa kapal dan juga untuk tambang. Di Sulawesi itu ada yang petani jeruk, durian yang bisa ekspor di Parigi Moutong. Ada juga warga asal Sleman, aset-aset yang di Sleman dijual untuk pindah di sana (tujuan transmigrasi), beli nambah lahan lagi,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....