Ustadz Ahmad Munir Ungkap Tiga Golongan Penerima Ampunan dan Rezeki Mulia

  • 27 Jul 2026 10:45 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Manusia diciptakan dengan segala keterbatasannya, sehingga tidak pernah lepas dari salah, dosa, dan khilaf. Kesalahan tersebut dapat terjadi melalui lisan, perbuatan fisik, maupun dinamika batin seperti dengki, hasut, dan kesombongan.

Oleh karena itu, Penyuluh Agama Islam Kemenag DIY Ustadz Ahmad Munir saat mengisi siaran di RRI Pro 4 Yogyakarta menyampaikan bahwa Allah SWT menyediakan maghfirah atau fasilitas ampunan dan penghapusan dosa sebagai bukti nyata betapa luasnya kasih sayang-Nya kepada hamba yang ingin bertobat.

Selain ampunan, hal penting lain yang menjadi dambaan setiap manusia adalah rizqun karim atau rezeki yang mulia. Merujuk pada penafsiran para ulama tafsir, rizqun karim pada tingkatan tertinggi merujuk pada al-jannah atau surga, tempat yang bebas dari rasa sakit, penderitaan, maupun keluh kesah.

"Meskipun di dunia, rizqun karim sudah dialami manusia dalam bentuk kenikmatan mendasar yang diberikan Allah secara cuma-cuma tanpa menuntut kerja keras berlebihan," katanya.

Ia memberikan contoh sederhana seperti kelancaran bernapas, berfungsinya indra penglihatan, dan mekanisme tubuh alami lainnya yang sering kali kurang disadari sebagai bentuk rezeki mulia.

Ustadz Ahmad Munir menegaskan kriteria orang-orang yang berhak mendapatkan ampunan dan rezeki yang mulia. Terdapat tiga golongan utama manusia yang dijanjikan keutamaan tersebut oleh Allah SWT, yakni mukmin sejati (al-mu'minuna haqqan), orang yang konsisten beramal saleh, serta orang yang menjaga pergaulan dan lingkungan sosial.

Di akhir tausiyahnya, ia mengingatkan sekalipun ampunan dan rezeki dari Allah begitu melimpah, umat Islam tetap dituntut untuk berikhtiar dan beramal saleh secara konsisten, serta menjaga hubungan sosial yang baik dengan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....