Jaga Demokrasi, PDIP Kulon Progo Gelar Malam Renungan Kuda Tuli
- 27 Jul 2026 09:33 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kulon Progo menggelar malam renungan dan diskusi sejarah bertajuk "Merawat Ingatan, Menjaga Demokrasi", di Pengasih, Minggu, 27 Juli 2026. Agenda tersebut untuk memperingati peristiwa bersejarah 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai peristiwa Kuda Tuli atau Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli.
Kuda Tuli merupakan tragedi penyerangan kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada tanggal 27 Juli 1996 silam. Kegiatan yang dikemas dalam suasana keakraban tersebut menghadirkan para senior partai yang menjadi saksi sejarah peristiwa tersebut, serta diikuti oleh pengurus, kader, dan generasi muda atau simpatisan partai di Kabupaten Kulon Progo.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kulon Progo, Fajar Gegana, menegaskan pentingnya bagi generasi muda untuk tidak melupakan sejarah bangsa dan dinamika perjalanan politik yang membentuk demokrasi saat ini.
"Hari ini kita memperingati peristiwa 27 Juli 1996, peristiwa di mana PDI pada waktu itu memperjuangkan hak-haknya. Peristiwa tersebut menjadi cikal bakal lahirnya PDI Perjuangan yang konsisten menjadi 'partai wong cilik' dan memperjuangkan kepentingan masyarakat," ujarnya.
Fajar menekankan pentingnya pesan Presiden Soekarno, terkait pentingnya memahami sejarah agar suatu bangsa tidak kehilangan arah.
"Seperti yang disampaikan Bung Karno, ketika kita tidak tahu tentang sejarah, maka kita akan tergilas oleh sejarah itu sendiri. Api semangat perjuangan Bung Karno harus terus kita warisi dan kita perjuangkan bersama," ujarnya.
Melalui acara ini, ungkap Fajar, para peserta terutama kader muda dan mahasiswa diberikan ruang untuk berdiskusi dan menggali secara langsung pengalaman dari para senior partai yang mengalami peristiwa tersebut secara langsung.
"Malam ini adalah malam kontemplasi dan renungan untuk kita semua. Penjelasan yang disampaikan oleh para senior kita adalah kesaksian sejarah langsung, bukan sekadar cerita. Ini menjadi kesempatan bagi kawan-kawan muda untuk belajar, bertanya, dan berdiskusi, baik tentang sejarah maupun isu-isu politik saat ini," ucapnya.
Melalui peringatan ini, DPC PDI Perjuangan Kulon Progo berharap dapat terus mempererat keakraban dan sinergi internal partai, serta memperkuat komitmen dalam mengawal aspirasi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Kulon Progo.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kulon Progo, Istana, memaparkan rekam jejak dan akar sejarah dari peristiwa kelabu Kuda Tuli yang menjadi salah satu tonggak penting perjalanan demokrasi di Indonesia tersebut. Istana menjelaskan, peristiwa 27 Juli 1996 tersebut tidak sekadar menjadi catatan tragedi kemanusiaan.
"Kita tahu sejarah telah mencatat bahwa 27 Juli 1996 itu bukan sekadar tragedi kemanusiaan, melainkan pembungkaman terhadap demokrasi," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....