DIY Siap Sambut 1st Asian Gym for Life Challenge 2026

  • 21 Jul 2026 16:14 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipercaya menjadi tuan rumah 1st Asian Gym for Life Challenge 2026 yang akan berlangsung pada 15-19 Oktober 2026. Ajang olahraga internasional ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan cabang Gymnastics for All (GFA) kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan semangat inklusivitas dengan melibatkan penyandang disabilitas.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, saat menerima jajaran pengurus Federasi Gimnastik Indonesia di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin, 20 Juli 2026.

“Terima kasih karena telah memilih Jogja sebagai lokasi penyelenggaraan acara. Tentu harapannya, cabang olahraga Gymnastics for All (GFA) yang akan diusung pada acara ini dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. Dan jika memungkinkan, saya berharap teman-teman difabel di DIY juga diajak berpartisipasi,” ucap Sri Paduka.

Menurut Sri Paduka, sebagai daerah yang mengedepankan nilai inklusivitas, Pemda DIY terus mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan. Ia juga mengusulkan agar komunitas-komunitas lokal, seperti klub senam, tari, dan dansa, dilibatkan untuk memeriahkan penyelenggaraan acara.

“Semoga acara ini nantinya berjalan lancar, dan olahraga Gymnastics for All bisa lebih dikenal. Manfaatkan pula media digital untuk semakin menggaungkan acara maupun cabang olahraga ini,” kata Sri Paduka.

Gymnastics for All merupakan cabang senam rekreasi yang terbuka bagi seluruh kalangan tanpa memandang usia, kemampuan, maupun latar belakang. Berbeda dengan senam kompetitif, GFA lebih menitikberatkan pada kebugaran, kebersamaan, persahabatan, dan penampilan kelompok yang mendorong gaya hidup sehat.

Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia, Ita Yuliati Irawan, mengatakan Yogyakarta dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan sport tourism, sekaligus mendukung sektor olahraga dan pariwisata nasional.

“Kami melihat Jogja memiliki potensi besar dalam pengembangan sport tourism, sekaligus kami ingin mendukung program pemerintah di sektor olahraga dan pariwisata,” ujarnya.

Ita mengungkapkan, hingga saat ini sedikitnya tujuh negara telah memastikan keikutsertaannya, di antaranya Denmark, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Sri Lanka. Ajang tersebut diharapkan menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata Indonesia melalui perpaduan olahraga, pertunjukan, dan aktivitas komunitas.

“Acara ini diperkirakan akan melibatkan sekitar 500 orang. Acara sendiri akan kami adakan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Dan untuk memeriahkan rangkaian kegiatan, akan kami adakan acara senam bersama sebagai pra acara,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan 1st Asian Gym for Life Challenge 2026, DIY diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism sekaligus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan olahraga yang inklusif, edukatif, dan mampu memperkenalkan budaya Yogyakarta kepada dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....