Cegah Stunting, Warga Cebongan Lor Rutin Gelar Posyandu dan Bagikan PMT
- 15 Jul 2026 16:38 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Stunting masih menjadi problem yang terjadi di Kabupaten Sleman. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah stunting, salah satunya adalah dengan gelaran pos pelayanan terpadu (Posyandu) yang rutin dilaksanakan oleh warga Padukuhan Cebongan Lor, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Sleman.
Posyandu selalu dilaksanakan satu kali dalam sebulan. Ini menjadi wadah bagi para ibu dengan anak bawah dua tahun (baduta) ataupun anak bawah lima tahun (balita) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan anak. Meliputi perkembangan berat badan, panjang badan, lingkar kepala, hingga lingkar lengan.
Penanggung Jawab sekaligus Kader Posyandu Anggrek Padukuhan Cebongan Lor, Muryuni menjelaskan sejauh ini tak ada warga yang terindikasi mengalami stunting. Jika ditemui ada anak dengan berat badan dan tinggi badan kurang dari standar, maka kader posyandu akan memberikan edukasi. Orang tua didorong untuk lebih banyak memberikan asupan protein hewani.
“Misalnya bulan depan itu kok (berat badan dan tinggi badan) belum naik lagi, kami rujuk ke faskes, ke puskesmas,” kata Muryuni saat ditemui di kediaman Dukuh Cebongan Lor, Rabu, 15 Juli 2026.
Muryuni menambahkan pencegahan stunting juga diperkuat dengan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak pra-TK. Menu 4 sehat 5 sempurna rutin diberikan setiap gelaran Posyandu di Padukuhan Cebongan Lor. Pemberian makanan tambahan ini juga menjadi bentuk edukasi dan referensi kepada para ibu dalam menyiapkan makanan sehat di rumah setiap harinya. Muryuni mengatakan, makanan tambahan didukung oleh dana desa dan urunan warga. Setiap bulannya, warga turut bergotong-royong memasak hingga 100 porsi makanan tambahan.
“Seperti hari ini menunya meliputi nasi putih, lauk, sate telur puyuh. Protein nabatinya tempe goreng. Sayurnya sayur bening brambang salam, bayam, wortel, toge, dan buah,” ucapnya.
Muryuni menuturkan, Posyandu Anggrek turut menerapkan integrasi layanan primer (ILP) atau menyasar pada semua siklus hidup manusia. Dengan demikian, baik pemeriksaan kesehatan ataupun pemberian makanan tambahan tak hanya menyasar bumil, busui, dan balita atau batita, tapi juga turut menyasar pada lansia.
Sementara, salah satu warga Cebongan Lor, Nia mengaku rutin memeriksakan anaknya ke Posyandu Anggrek. Sejauh ini, anaknya mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Nia juga menyebut dia rutin mendapatkan makanan tambahan dari Posyandu.
“Untuk pemeriksaan rutin itu terutama berat badan, panjang badan, lalu lingkar kepala. Dapat makanan tambahan juga dari sini. Dapat buah, sayuran, menu 4 sehat 5 sempurna,” ujar Nia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....