Capaian PAD Wisata Gunungkidul Nyaris Terpenuhi
- 01 Jul 2026 17:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul- Kinerja sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama 2026. Hingga akhir Juni, pendapatan retribusi wisata hampir menyentuh target yang ditetapkan untuk satu tahun penuh, seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan selama musim libur sekolah.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul, Eko Nur Cahyo mengungkapkan, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata per 30 Juni 2026 mencapai Rp35,8 miliar. Angka tersebut setara dengan 99,29 persen dari target tahunan sebesar Rp36,06 miliar.
Di sisi lain, jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi di Gunungkidul sejak Januari hingga Juni tercatat sebanyak 2.907.533 orang atau telah memenuhi 89,76 persen dari target kunjungan tahun ini yang dipatok sebanyak 3.239.205 wisatawan.
“Melihat capaian tersebut, kami optimistis target PAD sektor pariwisata sebesar Rp36,06 miliar dapat terealisasi pada pekan pertama Juli 2026,” ujar Eko, Rabu 1 Juli 2026.
Ia menjelaskan, lonjakan kunjungan mulai terlihat selama masa libur sekolah. Pada Sabtu 27/6, sebanyak 41.072 wisatawan tercatat memasuki objek wisata di Gunungkidul dengan perolehan retribusi mencapai Rp496,49 juta. Sehari berikutnya, Minggu (28/6), jumlah pengunjung meningkat menjadi 61.996 orang dengan pendapatan retribusi sebesar Rp795,36 juta.
Menurut Eko, hampir seluruh destinasi wisata mengalami peningkatan jumlah pengunjung selama musim liburan. Namun, kawasan pantai di pesisir selatan masih menjadi tujuan utama wisatawan dibandingkan destinasi lainnya.
Capaian tersebut dinilai memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah karena sektor pariwisata selama ini menjadi salah satu penyumbang utama penerimaan daerah. Meski target tahunan hampir tercapai, pemerintah daerah masih mengkaji kemungkinan penyesuaian target pada APBD Perubahan.
“Untuk target perubahan masih dalam pembahasan,” katanya.
Guna mempertahankan tren positif tersebut, Disparekrafpora terus memperkuat promosi melalui platform digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di destinasi wisata. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyelenggaraan Gunungkidul Night Specta (GNS) pada 10–11 Juli 2026 yang telah masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara sebagai media promosi sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah.
Selain promosi, pemerintah juga terus meningkatkan fasilitas pendukung wisata. Optimalisasi sistem pembayaran non-tunai masih dilakukan karena sekitar lima persen wisatawan dinilai belum terbiasa menggunakan metode pembayaran digital. Perbaikan sarana dan prasarana di destinasi wisata juga terus menjadi perhatian.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disparekrafpora Gunungkidul, Yohanes Nanang Putranto, mengatakan lonjakan kunjungan pada akhir pekan didominasi rombongan yang menggunakan bus, baik dari komunitas maupun peserta kegiatan studi wisata.
“Pada akhir pekan selama libur panjang, wisatawan yang datang didominasi rombongan bus. Sedangkan pada hari biasa lebih banyak wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi,” ujarnya.
Nanang menambahkan, kawasan pantai masih menjadi magnet utama kunjungan wisatawan. Sebaliknya, sejumlah destinasi wisata alam seperti Air Terjun Sri Gethuk dan Kali Suci belum mengalami peningkatan kunjungan secara signifikan.
Menurutnya, perubahan tren dan minat wisatawan menjadi salah satu penyebab destinasi selain pantai belum kembali ramai seperti beberapa tahun sebelumnya. Untuk itu, pihaknya mendorong seluruh pengelola objek wisata agar lebih aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi sehingga jangkauan informasi kepada calon wisatawan semakin luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....