Kelana Lini: Rayakan Seni dan Identitas Lokal di Yogyakarta dan Surakarta
- 28 Jun 2026 00:56 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Meramu.id menghadirkan Kelana Lini, sebuah pameran seni lintas kota yang mengangkat keterkaitan antara ruang, kehidupan sosial, dan pembentukan identitas visual para seniman. Mengambil Yogyakarta dan Surakarta sebagai titik tolak, pameran ini menampilkan karya para perupa muda dan kolektif seni yang tumbuh dari dinamika keseharian di kedua kota tersebut.
Program ini terselenggara atas dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, LPDP, dan Indonesia Kaya. Kelana Lini dikembangkan bersama Britto Wirajati sebagai kurator serta Rahmat "Kibo" Indrani sebagai Artistic Director sekaligus Principal Architect di SPOA.
Mengusung tema Locus Amoenus atau "tempat yang menyenangkan", pameran ini berangkat dari keyakinan bahwa karya seni tidak lahir secara terpisah dari lingkungan sekitarnya. Kondisi sosial, subkultur, kebiasaan masyarakat, hingga ritme kehidupan kota dinilai turut membentuk karakter visual para seniman. Melalui pameran ini, masyarakat diajak melihat bagaimana Yogyakarta dan Surakarta menjadi ruang yang melahirkan praktik artistik dengan identitas yang khas.
Kelana Lini menghadirkan delapan perupa individu, empat kolektif seni, dua muralis, tiga program publik, dan diselenggarakan di dua kota. Selain pameran, berbagai aktivasi berbasis komunitas turut digelar sebagai upaya mendekatkan seni rupa kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih terbuka dan partisipatif.
"Kelana Lini lahir dari keyakinan bahwa seni tidak seharusnya terasa jauh atau eksklusif. Kami ingin menghadirkan ruang di mana orang bisa bertemu dengan karya dan para senimannya secara lebih alami – melalui komunitas, percakapan, dan pengalaman bersama. Ketika seni menjadi bagian dari keseharian, di situlah ekosistem kreatif dapat tumbuh dengan lebih sehat dan berkelanjutan," kata Co-Founder Meramu.id, Adinda Fudia Hanamici.

Para seniman yang terlibat dipilih karena karya-karyanya merepresentasikan beragam ekspresi yang berkembang dari kehidupan sehari-hari, subkultur, serta dinamika komunitas di Yogyakarta maupun Surakarta. Perupa yang berpartisipasi meliputi Andika Namaste, Danang Catur, Dika Rabt, Iwank HS, Jerojerr, Nisrina Nur Kamila, R. Dewa Mahendra Putra, dan Ummi Luthfiyyah.
Pameran ini juga melibatkan empat kolektif seni, yakni Canvas Confluence Collective, Garis Collective, Krack! Printmaking Collective, serta Titik Kumpul Forum. Sementara karya mural di ruang publik dihadirkan oleh Fauzan Abusalam dan David Krebonson sebagai bagian dari aktivasi yang memperluas interaksi seni dengan masyarakat.
Konsep artistik dan tata ruang pameran dirancang oleh Rahmat "Kibo" Indrani agar pengunjung tidak hanya menikmati karya sebagai objek visual, tetapi juga memperoleh pengalaman ruang yang menyatu dengan keseluruhan narasi pameran.
“Dalam pameran Kelana Lini, seni dirayakan secara kasual, menariknya keluar dari dinding galeri kubah putih, menuju ruang-ruang publik. Dalam pameran ini tak ada batasan kaku seperti seni rupa “sekolahan” pada umumnya, namun juga tidak berarti serampangan dan asal-asalan. Pameran Kelana Lini adalah sebuah parade berkeliling untuk mengamati kembali, bagaimana sebuah lokasi mempengaruhi ekspresi visual, dalam sebuah tempat yang menyenangkan (Locus amoenus)," ucap Britto Wirajati, Kurator Kelana Lini.
Selain pameran kelompok, Kelana Lini juga menghadirkan berbagai program publik yang melibatkan komunitas lokal di masing-masing kota. Kegiatan tersebut meliputi lokakarya, diskusi, aktivitas keluarga, pertunjukan musik, hingga beragam aktivasi berbasis komunitas yang dirancang untuk memperluas partisipasi masyarakat terhadap seni.
Di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap budaya, ruang kreatif, dan aktivitas komunitas, Kelana Lini hadir sebagai wadah yang mempertemukan seni rupa dengan kehidupan sehari-hari secara lebih inklusif. Lebih dari sekadar pameran, program ini menjadi perjalanan untuk memahami bagaimana sebuah tempat membentuk identitas visual sekaligus kehidupan budaya masyarakat melalui perayaan seni yang bergerak, terbuka, dan menyenangkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....