Sambut Datangnya Bulan Muharram, Warga Keparakan Lor Gelar Kenduri Sura
- 27 Jun 2026 12:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk menyambut datangnya bulan Muharram atau bulan Sura. Salah satunya adalah gelaran Kenduri Sura yang diinisiasi oleh warga Kampung Keparakan Lor, Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta. Kenduri Sura merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Melalui gelaran ini, warga turut menunjukan berbagai potensi yang dimiliki Kampung Keparakan Lor. Mulai dari potensi kelompok tani, potensi UMKM, hingga potensi seni budaya.
Ketua Panitia Kenduri Sura Keparakan Lor, Kuslan Tri Harwanto menyebut Kenduri Sura diramaikan dengan gelaran kirab bregada yang turut melibatkan ribuan masyarakat. Ada pula gunungan hasil bumi yang merupakan hasil budidaya Kelompok Tani Mekar Jaya. Ada pula gunungan berisi produk-produk UMKM warga Keparakan Lor. Gunungan ini turut diarak dan diakhiri dengan rayahan atau gunungan diperebutkan oleh masyarakat. Kuslan mengatakan, Kenduri Sura ini merupakan salah satu upaya pelestarian budaya agar tak hilang dimakan zaman.
“Leluhur kita juga sudah melaksanakan. Kami mencoba menyatukan seluruh warga. Harapan kami generasi muda bisa terus melestarikan budaya yang ada di Keparakan Lor atau di Yogyakarta,” ujar Kuslan saat ditemui pada gelaran Kenduri Sura, Selasa, 16 Juni 2026.
Kuslan menuturkan Kenduri Sura kali ini turut mengusung tema selaras dan harmoni dalam bermasyarakat. Ini tidak lepas dari dinamisnya latar belakang warga yang bermukim di Kampung Keparakan Lor.
“Banyak sekali agama seperti kristen, kristen protestan, katolik juga ada. Islam juga ada Muhammadiyah dan NU. Dari Buddha, Hindu sebenarnya ada, tapi kecil di sini, Alhamdulillah kami tetap rukun, tetap guyup, tetap terjaga keharmonisan di dalam bermasyarakat,” ucap Kuslan.
Sementara, Lurah Keparakan Yusuf Ahbari menyebut pelaksanaan Kenduri Sura ini turut didukung anggaran kelurahan melalui musrenbang. Yusuf menambahkan, gelaran ini juga menjadi penguat Kelurahan Keparakan sebagai rintisan kelurahan budaya di Kota Yogyakarta. Terlebih Kelurahan Keparakan terdiri dari empat kampung, yakni Kampung Keparakan Lor, Kampung Keparakan Kidul, Kampung Pujokusuman, dan Kampung Dipowinatan. Keempat kampung itu memiliki potensi yang diunggulkan.
“Rintisan kelurahan budaya itu nantinya menghimpun ataupun merangkum dari potensi-potensi budaya yang ada di kampung di Kelurahan Parakan. Terutama ini kebetulan pas Bulan Sura, seni budaya yang telah ditampilkan ini adalah melestarikan budaya yang ada,” kata Yusuf.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....