Penyelesaian Groundsil Srandakan, BBWSO Bidik Target Akhir Tahun Rampung

  • 16 Sep 2026 13:48 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo - Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) hampir menyelesaikan pembangunan groundsil Srandakan yang berlokasi di Sungai Progo, Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Bantul. Proyek krusial ini merupakan program strategis untuk menanggulangi kerusakan lingkungan dan infrastruktur vital pasca mengalami kerusakan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai II BBWSSO, Dicky Maulana, menjelaskan, pembangunan fisik groundsil telah mencapai 98 persen, dengan realisasi penyerapan anggaran berada di angka 83 persen.

"Pelaksanaan pekerjaan dimulai sejak bulan Oktober 2025 dan kami targetkan selesai pada Desember 2026," ujarnya, Selasa, 14 September 2026.

Dicky menjelaskan, groundsil lama yang sebelumnya berdiri di lokasi tersebut dibangun antara tahun 2001 hingga 2003 melalui pendanaan Asian Development Bank (ADB). Namun, pada 26 Januari 2025, terjadi banjir besar yang menyebabkan kerusakan parah.

Dari total bentang sekitar 300 meter, separuhnya atau sepanjang 150 meter mengalami kerusakan berat dan runtuh pada 10 pilar terakhirnya. Hal ini memicu gerusan hebat di Sungai Progo sisi sebelah kiri, yang turut mengancam stabilitas Jembatan Srandakan lama.

"Dengan adanya kerusakan 150 meter itu, otomatis terjadi gerusan di Sungai Progo sisi sebelah kiri," ujarnya.

Pembangunan kembali groundsil sepanjang 300 meter yang kini terdiri dari main dam dan sub dam, tidak hanya bertujuan untuk menangani degradasi dasar sungai. Proyek ini memegang peranan penting bagi keselamatan infrastruktur dan kawasan sekitar.

Groundsil tersebut, berfungsi menjaga struktur Jembatan Serandakan serta bangunan Dam yang berada di bagian hulu. Groundsil juga mendukung suplai air kawasan irigasi Pijenan yang mencakup wilayah Bantul.

Selain itu, keberadaannya melindungi kawasan sekitar dari ancaman limpasan air ekstrem, meliputi Desa Brosot di sisi barat, serta Desa Trimurti di Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, di sisi timur.

Kehadiran groundsil baru ini diharapkan mampu memberikan perlindungan jangka panjang yang lebih tangguh terhadap dinamika aliran Sungai Progo serta mengamankan aktivitas warga di sekitar kawasan hilir dan hulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....