UNY Berkomitmen Perkuat Sinergi dengan Pemkab Kulon Progo
- 25 Jun 2026 12:37 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, KULON PROGO – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkomitmen mengoptimalkan sinergi dan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Langkah ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perluasan akses pendidikan tinggi, pembukaan program studi baru, hingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Kulon Progo.
Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO., menjelaskan, komitmen ini merupakan bentuk nyata kehadiran UNY dalam mendukung pembangunan daerah secara komprehensif.
"Disaksikan Bupati dan jajaran, UNY berkomitmen mengoptimalkan sinergi dengan Pemkab Kulon Progo, baik dalam perspektif pendidikan secara umum maupun khusus, olahraga, penyediaan beasiswa, hingga pemekaran program studi baru," ujarnya, di FGD Tindaklanjut Kerjasama UNY dengan Pemkab Kulon Progo, di Aula Adikarto, Kamis, 25 Juni 2026.
Dalam rencana pengembangannya, lanjut Sumaryanto, UNY akan mengarahkan pemekaran program studi baru di Kulon Progo yang berfokus pada bidang kesehatan, olahraga, dan gizi. Beberapa prodi yang disiapkan antara lain Manajemen Olahraga, Kesehatan, Ilmu Gizi, Keperawatan, hingga Kedokteran yang merupakan turunan dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Program studi baru ini ditargetkan mulai dibuka pada tahun 2027 mendatang.
Langkah ini selaras dengan visi jangka panjang, untuk menjadikan Kulon Progo sebagai pusat keunggulan (Center of Excellence) di bidang olahraga.
"Kami ingin Kulon Progo menjadi Center of Excellence-nya pembinaan, terutama olahraga. Di Indonesia belum ada integrasi pembinaan dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri," ucapnya.
Selain membuka prodi baru, sinergi tersebut juga diwujudkan melalui program peningkatan kualifikasi akademik bagi jajaran aparatur dan masyarakat Kulon Progo melalui program sarjana (S1), magister (S2), hingga doktor (S3). UNY juga menyediakan jalur Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk memfasilitasi pengakuan atas pengalaman kerja menjadi SKS akademik.
Terkait isu pemindahan kampus teknik dan ekonomi, Prof. Sumaryanto memberikan klarifikasi bahwa proses tersebut dilakukan secara bertahap (passing out) yang diperkirakan memakan waktu 5 hingga 6 tahun demi menyelesaikan masa studi mahasiswa yang ada saat ini. Langkah ini diambil karena operasional dua tempat memicu biaya tinggi (high cost) akibat mobilisasi dosen yang belum fokus menetap di Kulon Progo.
Sebagai kompensasinya, UNY malah akan memperluas ragam keilmuan di Kulon Progo dengan menghadirkan rumpun kesehatan dan olahraga, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk membuka fakultas baru seperti Peternakan, Kehutanan, dan Pertanian di masa depan.
Melalui kolaborasi ini, UNY berharap dapat memberikan kontribusi positif, termasuk membuka peluang bagi praktisi dan pejabat Pemda Kulon Progo yang berkompeten untuk ikut serta membagikan ilmunya sebagai tenaga pendidik di lingkungan UNY.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak UNY atas komunikasi intensif yang selama ini telah berjalan dengan baik.
Agung menjelaskan, kehadiran UNY di Kulon Progo membawa multiplier effect yang besar bagi perputaran ekonomi lokal. Masuknya ribuan warga baru dari kalangan berpendidikan dinilai akan meningkatkan derajat sosial masyarakat sekaligus menghidupkan sektor-sektor usaha mikro.
"Kulon Progo membutuhkan trigger untuk pertumbuhan ekonomi, dan salah satu cara efektifnya adalah melalui kedatangan warga baru, terlebih dari kalangan berpendidikan. Kedatangan mereka jelas menggerakkan konsumsi kebutuhan dasar seperti sektor hunian, pangan, hingga sandang. Semua lini ini akan berputar di Kulon Progo," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....