Memasuki Bulan Sura, Warga Banyuraden Gelar Kirab Suran Mbah Demang
- 25 Jun 2026 10:50 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Memasuki bulan Sura, warga Banyuraden, Kapanewon Gamping, Sleman rutin menggelar upacara adat suran Mbah Demang yang berpusat di halaman Kantor Kalurahan Banyuraden. Upacara adat ini merupakan bentuk penghormatan atas perjuangan leluhur, Ki Demang Cokrodikromo. Tokoh ini dikenal memiliki kontribusi besar dalam sejarah spiritual dan sosial kemasyarakatan di wilayah Banyuraden.
Upacara adat suran Mbah Demang dimeriahkan oleh kirab budaya yang menampilkan barisan Bregada Keprajuritan tradisional. Ada pula berbagai atraksi kesenian rakyat, gunungan hasil bumi, hingga arak-arakan ogoh-ogoh.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyebut kirab suran Mbah Demang memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata daerah. Sebab, tradisi ini telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sejak tahun 2016. Selain itu, juga masuk ke dalam kalender event kebudayaan resmi Kabupaten Sleman.
Lewat gelaran ini, masyarakat diajak untuk meneladani sifat welas asih dan keluhuran budi Ki Demang Cokrodikromo. Semasa hidupnya, Ki Demang dikenal sangat menghormati setiap tamu yang datang tanpa pandang bulu, dengan menyajikan suguhan khas berupa air minum dalam kendi ijem serta hidangan sekul gudhangan (nasi gudangan) berlauk ketan tholo yang dibungkus daun pisang.
Menurut Danang, upacara adat suran Mbah Demang bukan sekadar tradisi tahunan. Menurutnya, tradisi ini memiliki nilai spiritual, sosial, dan budaya yang luhur sebagai warisan yang wajib dijaga bersama.
"Selain sebagai sarana hiburan, acara ini terbukti ampuh mempererat tali silaturahmi sekaligus memantik rasa kepemilikan (handarbeni) generasi muda terhadap budaya Jawa dan lingkungan sekitar. Salah satunya adalah komitmen menjaga kelestarian Sumur Petilasan Mbah Demang agar terus mengalirkan air bagi kemaslahatan warga," kata Danang.
Danang turut mengigatkan masyarakat budaya lokal harus menjadi fondasi yang kuat agar masyarakat tidak kehilangan jati diri bangsa.
“Melalui laku budaya seperti Suran Mbah Demang, nilai-nilai luhur, penguatan iman, serta spirit gotong royong diharapkan dapat terus terimplementasi dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....