Tak Sekadar Wahana Transaksi, Pasar Kangen 2026 Turut Hadirkan Pengalaman Budaya
- 25 Jun 2026 01:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pasar Kangen Taman Budaya Yogyakarta (TBY) 2026 kembali hadir sebagai ruang nostalgia. Event tahunan yang sudah berlangsung selama dua dekade ini tidak hanya menawarkan beragam kuliner tradisional dan barang-barang antik, tetapi juga pengalaman budaya yang lebih mendalam bagi pengunjung.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, mengatakan Pasar Kangen merupakan agenda budaya yang telah berlangsung sejak 2006 lalu. Awalnya, Kegiatan tersebut lahir sebagai upaya mengumpulkan para seniman untuk berbagi dan bangkit bersama setelah gempa bumi yang melanda Yogyakarta.
Menurut Dian, Pasar Kangen yang menjadi cikal bakal berbagai kegiatan serupa di Yogyakarta terus dikembangkan agar tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli.
"Pasar Kangen ini kita desain supaya tidak sekadar hanya menjadi ajang jual beli kuliner masa lalu atau pun hal-hal yang mengingatkan kita pada nostalgia masa lalu. Tetapi ada nilai plus yang ditawarkan melalui narasi, performa, dan tampilan yang kita satukan supaya pengunjung tidak hanya membeli, tetapi mendapatkan pengalaman lebih. Jadi ada cultural experience di sini," ujar Dian.

Sementara itu, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, mengungkapkan bahwa Pasar Kangen memiliki makna lebih dari sekadar menghadirkan suasana masa lalu. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengingat kembali nilai-niali kehidupan yang pernah tumbuh kuat di tengah masyarakat.
"Sebuah masyarakat tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk bergerak maju, tetapi juga kemampuan untuk mengingat dari mana ia berangkat agar tidak menjadi asing terhadap dirinya sendiri," ucapnya saat membuka Pasar Kangen 2026, Senin, 22 Juni 2026.
Sri Paduka mengajak masyarakat memaknai kerinduan terhadap masa lalu tidak hanya melalui benda-benda lawas yang dipamerkan, tetapi juga melalui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
"Melalui Pasar Kangen ini mari kita perluas kerinduan pada masa lalu, bukan semata pada benda-benda lawasnya, melainkan pada kedekatan, kesederhanaan, gotong royong, dan rasa kebersamaan yang pernah hidup di dalam masyarakat," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....