DIY dan Ceko Bahas Peluang Kerja Sama Pendidikan hingga Budaya

  • 23 Jun 2026 14:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah Republik Ceko membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal tersebut mengemuka saat Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia, Petr Kopřiva, bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda diplomatik Kopřiva yang baru lima bulan menjalankan tugas sebagai duta besar di Indonesia. Yogyakarta menjadi daerah pertama yang dikunjungi dalam rangka menjalin komunikasi dan menjajaki potensi kolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Saya bertugas sebagai duta besar Ceko untuk Indonesia baru lima bulan terakhir. Dan salah satu agenda kerja kami ialah melakukan kunjungan ke daerah-daerah di Indonesia. Yogyakarta menjadi daerah pertama yang saya kunjungi. Kunjungan kami ini bertujuan untuk menjajaki kemungkinan-kemungkinan kerja sama antara Ceko dan DIY,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kopřiva menyampaikan sejumlah sektor unggulan yang dapat menjadi dasar kerja sama antara Ceko dan DIY. Tiga bidang yang ditawarkan yakni agrikultur, pengelolaan air bersih, dan pengolahan sampah, yang selama ini menjadi kekuatan utama negara yang beribu kota di Praha tersebut.

“Kami menawarkan ketiga area ini karena memang merupakan kekuatan dari Negara kami. Dan perlu diketahui, kami juga sudah menjalin kerja sama sister city dengan Kota Yogyakarta, yang penandatanganan nota kesepahamannya dilakukan tahun lalu. Kerja sama sister city ini dilakukan dengan Kota Hluboká nad Vltavou,” katanya.

Menurut Kopřiva, kerja sama antarkota tersebut telah diwujudkan melalui kunjungan pejabat kedua daerah serta program pertukaran pelajar dan mahasiswa. Kesamaan karakteristik, terutama dalam kepemilikan situs warisan budaya, membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di sektor kebudayaan.

Ia juga menilai pelestarian cagar budaya dapat menjadi salah satu fokus kerja sama di masa mendatang. Selain itu, hubungan antara perguruan tinggi di kedua wilayah juga berpotensi dikembangkan untuk memperkuat riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Salah satu kerja sama yang bisa dijalin ke depan dengan DIY adalah soal pelestarian situs cagar budaya. Selain itu, jika DIY memiliki UGM sebagai sebuah universitas besar, kami juga memiliki University of South Bohemia. Melalui kedua nya kita bisa mengembangkan kerja sama di area riset dan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Kerja Sama Luar Negeri DPMPTSP DIY, Fathi Mustaqim, mengungkapkan bahwa Sri Sultan melihat adanya potensi sinergi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Salah satu usulan yang disampaikan adalah kerja sama dalam bidang pendidikan vokasi melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi.

“Bapak Gubernur inginnya ada kerja sama di mana Ceko dapat memberikan pelatihan dan melakukan sertifikasi kompetensi bagi siswa maupun mahasiswa vokasi di DIY. Karena beliau inginnya peserta didik baik SMK, D1 atau D2 ini benar-benar telah siap kerja setelah lulus,” katanya.

Fathi menjelaskan, sertifikasi yang diakui secara internasional diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan vokasi DIY, sehingga memiliki peluang kerja tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara Uni Eropa.

Selain pendidikan, Sri Sultan juga mendorong kerja sama di sektor kerajinan. Menurutnya, keunggulan DIY dalam kreativitas desain dapat dipadukan dengan kemampuan Ceko dalam memproduksi kerajinan berbahan kaca dan kristal. Di bidang akademik, kerja sama riset juga diusulkan pada sektor pertanian, teknologi informasi, hingga pengembangan konsep smart agriculture.

“Kekuatan DIY dalam hal kerajinan ada pada kreativitas desain. Jadi kami bisa turut memperkaya desain-desain mereka para kerajinan kristal, sementara dari mereka bisa menularkan keahlian dalam pembuatan kerajinan berbahan baku kaca secara sederhana. Dan untuk bidang pendidikan, Sri Sultan juga mendorong adanya kerja sama riset di bidang agrikultur, teknologi informasi, maupun gabungan keduanya pada bidang smart agriculture,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....