Dorong Ekonomi Lokal, DKPP Bantul Rutin Gelar Pasar Tani

  • 24 Jun 2026 07:49 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta-Suasana riuh dan penuh semangat tampak memenuhi halaman depan Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul. Setiap seminggu dua kali, tepatnya pada hari Selasa dan Rabu area ini disulap menjadi Pasar Tani yang menjajakan berbagai hasil bumi segar hingga produk olahan pangan lokal berkualitas.

Pasar Tani ini menjadi ruang pamer sekaligus tempat mengais rezeki bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) dan juga hasil olahan pangan local yang dibuat UMKM di seluruh wilayah Kabupaten Bantul. Menariknya, sistem pengisian stan dilakukan secara bergiliran antardaerah, memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh petani Bantul dari pagi hingga siang hari.

Sistem giliran ini rupanya membawa berkah tersendiri. Salah satu perwakilan Kelompok Wanita Tani Tri Purwani asal Kapanewon Imogiri mengaku sangat bahagia dan bersyukur bisa mendapatkan kesempatan berjualan di Pasar Tani ini.

Dengan adanya sinergi antara kebijakan dinas, antusiasme pegawai, dan semangat para petani, Pasar Tani di depan Kantor Dinas Pertanian Bantul ini diharapkan terus konsisten menjadi motor penggerak ekonomi hijau yang mandiri di Bumi Projotamansari.(Foto:RRI/Titik)

Ngartilah dari Lereng Gua Cerme Imogiri Bantul menceritakan jika membawa 30 kg Kates/Pepaya habis ludes dibeli. "Kami sangat senang dan terbantu dengan adanya Pasar Tani ini. Hasil bumi yang kami bawa dari Imogiri cukup laku keras di sini. Pembelinya tidak hanya dari kalangan pegawai dinas yang sedang istirahat atau jam pulang, tetapi juga para tamu dari luar yang sedang berkunjung ke kantor dinas," Kata Ngartilah dengan wajah sumringah.

Inisiasi Pasar Tani ini tidak lepas dari dorongan kuat Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, S.Pt., M.Si. Ia terus menggerakkan dan memotivasi Kelompok Wanita Tani (KWT) agar tidak hanya fokus pada proses produksi di hulu, tetapi juga berani tampil di hilir untuk memasarkan produk mereka.

Melalui instruksinya, KWT didorong untuk aktif memajang dan menjual hasil bumi mentah serta aneka olahan hasil bumi yang kreatif dan bernilai ekonomi tinggi.

"Kami ingin memberikan wadah nyata bagi para Ibu-ibu KWT dan pelaku UMKM pertanian kita. Dengan adanya Pasar Tani yang rutin diadakan seminggu dua kali ini, diharapkan bisa langsung membantu perputaran ekonomi dan kesejahteraan Kelompok Wanita Tani di Bantul," ujar Joko Waluyo.

Dengan adanya sinergi antara kebijakan dinas, antusiasme pegawai, dan semangat para petani, Pasar Tani di depan Kantor Dinas Pertanian Bantul ini diharapkan terus konsisten menjadi motor penggerak ekonomi hijau yang mandiri di Bumi Projotamansari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....