Tanam Nasionalisme, Siswa TK Anak Bintang Sleman Belajar Membatik di Solo

  • 24 Jun 2026 07:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta- Dalam upaya mengenalkan kekayaan budaya sekaligus memupuk rasa cinta tanah air sejak usia dini, rombongan siswa dari TK PAUD Anak Bintang Condongcatur, Sleman, Yogyakarta, menggelar kegiatan edukasi luar kelas di Kota Surakarta Senin 22 Juni 2026.

Kegiatan yang sarat nilai sejarah dan budaya ini diinisiasi oleh R.Ngt. Adhyas Woro dari Woro Moro Entertainment. Perempuan yang akrab disapa Bunda Woro tersebut menjelaskan bahwa rangkaian kunjungan ini memiliki misi mulia untuk menanamkan rasa nasionalisme pada generasi muda.

Menurut Tiolina Magdalena selaku Kepala Sekolah TK PAUD Anak Bintang menegaskan melalui momen kunjungan ke Solo dengan memberikan edukasi para siswa ke Batik Gunawan Setiawan yang berlokasi di kawasan bersejarah Kampung Wisata Batik Kauman, Surakarta. "Kegiatan ini memberikan edukasi kepada siswa saat mengunjungi Batik Gunawan Setiawanyang merupakan kawasan bersejarah Kampung Wisata Batik Kauman, Surakarta,"ujarnya.

Suasana hangat dan ceria begitu terasa saat jemari kecil para siswa dengan penuh antusias mulai menggoreskan warna di atas kain.(Foto:RRI/Titik)

Di pusat kerajinan batik tersebut, para siswa TK PAUD Anak Bintang diajak untuk berinteraksi langsung dengan kain tradisional kebanggaan Indonesia. Didampingi oleh Kepala Sekolah TK PAUD Anak Bintang dan para pengajar, anak-anak mengikuti berbagai aktivitas seru, antara lain:

  • Mengenal Tradisi: Memahami proses dasar dan sejarah pembuatan batik tradisional.
  • Praktik Mewarnai: Menuangkan kreativitas dengan mempraktikkan langsung cara mewarnai pola-pola kain batik yang telah disediakan.
  • Edukasi Alat Tradisional: Melihat dan mengenal langsung fungsi canting, malam (lilin batik), serta alat-alat membatik tradisional lainnya.

Suasana hangat dan ceria begitu terasa saat jemari kecil para siswa dengan penuh antusias mulai menggoreskan warna di atas kain.

Bunda Woro menegaskan bahwa pengenalan batik idealnya memang dimulai sejak usia PAUD. Langkah konkret ini diambil agar generasi penerus memahami nilai luhur di balik selembar kain batik. "Batik bukan sekadar kain biasa atau komoditas fesyen, melainkan intangible cultural heritage (warisan budaya takbenda) yang telah diakui secara resmi oleh UNESCO sebagai warisan dunia," ujarnya.

Melalui kombinasi apik antara pengenalan tokoh bangsa dan edukasi budaya langsung di lapangan, diharapkan para siswa TK Anak Bintang tidak hanya membawa pulang pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga tumbuh dengan rasa bangga yang besar terhadap sejarah, tradisi, dan budaya tanah air mereka sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....