Pemkab Sleman Gandeng TP PKK, Catatkan Penurunan Angka Stunting
- 19 Jun 2026 09:28 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Tim Penggerak (TP) PKK Sleman mencatatkan penurunan angka stunting pada 2025 dibandingkan dengan 2024. Ketua TP PKK Sleman Parmilah Harda Kiswaya menyebut angka prevalensi stunting di Kabupaten Sleman pada tahun 2025 sebesar 4,29 persen. Data ini menurun dari tahun 2024 yang mencapai 4,41 persen. Parmilah menyebut pencapaian ini tidak lantas menjadikan pihaknya lengah.
“Kita harus terus melakukan pencegahan stunting. Dibutuhkan kerja sama seluruh pihak untuk menyatukan komitmen dalam menekan stunting dan TB,” uja Parmilah.
Sementara, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyebut TP PKK menjadi mitra strategis untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya mencegah stunting sejak dini. Menurutnya, masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Mulai dari peran pengolahan asuh, peran pendidikan keluarga, ketahanan pangan, hingga perbaikan sanitasi lingkungan. Danang menegaskan, stunting tidak cukup dilakukan pada saat ibu sudah mengandung. Melainkan harus dilakukan jauh sebelum itu.
“Yaitu sejak calon ibu masih dalam masa remaja. Hal ini penting untuk kita pahami,” kata Danang.
Danang menambahkan, pihaknya juga menaruh perhatian pada kasus penyakit TBC. Danang mengatakan, keluarga memiliki peran penting untuk memutus rantai penularan TBC. Untuk itu, Danang menuturkan sinergi dan kolaborasi TP-PKK Kabupaten serta penguatan layanan posyandu di tingkat kalurahan memiliki kedudukan penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Posyandu bisa menjadi media yang baik untuk menyampaikan edukasi kepada orang tua agar memahami langkah yang tepat untuk membangun keluarga yang kuat,” ucap Danang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....