Akses Pendidikan Dipastikan Gratis, Dugaan Wajib Laptop di Sleman Bakal Dicermati
- 27 Jul 2026 15:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa buka suara terkait dengan ramainya kabar terkait sekolah negeri di Sleman yang diduga mewajibkan siswanya memiliki fasilitas laptop. Danang mengaku kaget usai mengetahui informasi tersebut dan memastikan akan melakukan pencermatan bersama Dinas Pendidikan Sleman.
“Saya baru akan mencermati ini aturan dari mana yang mengharuskan siapa,” kata Danang saat ditemui, Minggu, 26 Juli 2026.
Danang memastikan pemerintah tidak memiliki kebijakan untuk mewajibkan siswa memiliki laptop. Terlebih terdapat siswa kurang mampu yang dikhawatirkan merasa keberatan jika laptop menjadi barang yang wajib dibawa ke sekolah. Danang menyebut pihaknya berupaya untuk mewujudkan keadilan di tingkat satuan pendidikan.
“Kan ini harus introspeksi diri kepada diri kita sendiri. Kalau mengharuskan, padahal di dalam aturan sudah menyampaikan bahwa semua pendidikan di Indonesia ini gratis. Kita akan evaluasi karena saya juga kaget kemarin kok harus mengharuskan ini dari mana, saya belum ketemu kepala dinas hari ini, jadi akan kita evaluasi,” ujar Danang.
Danang mengatakan pihaknya turut menaruh perhatian pada isu ini. Terlebih, selama ini Pemkab Sleman berupaya untuk memudahkan akses pendidikan bagi masyarakat. Mengingat pendidikan adalah hak dan kebutuhan masyarakat.
“Secara undang-undang sudah disampaikan adalah pendidikan hak warga negara yang ada hidup di Indonesia ini,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....