KOPPMI dan BP3MI DIY Bahas Pemulihan Ekonomi dan Mental Purna-PMI
- 18 Jun 2026 07:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Koordinasi Purna-Pekerja Migran (KOPPMI) menggelar sarasehan dan talkshow bertajuk “Kebersamaan dan Solidaritas untuk Reintegrasi Bermartabat di Negeri Sendiri” pada Jumat, 13 Juni 2026. Kegiatan ini mempertemukan purna pekerja migran Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan menjadi ruang konsolidasi sekaligus wadah berbagi pengalaman bagi purna pekerja migran yang tengah menghadapi berbagai tantangan setelah kembali ke Indonesia.
Melalui tema “Kepulangan Bukan Akhir dari Perjuangan”, peserta mendiskusikan berbagai kebutuhan dan dukungan yang diperlukan dalam proses reintegrasi setelah bekerja di luar negeri. Dalam sesi talkshow, empat purna pekerja migran membagikan pengalaman mereka menghadapi beragam hambatan pascamigrasi. Persoalan yang mengemuka antara lain sulitnya mengakses layanan pemerintah, terbatasnya dukungan untuk membangun usaha, minimnya kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak, hingga stigma dan diskriminasi yang masih dialami mantan pekerja migran.
Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa persoalan pekerja migran tidak berhenti ketika mereka kembali ke tanah air. Para peserta menilai reintegrasi masih menjadi mata rantai yang lemah dalam tata kelola pelindungan pekerja migran Indonesia, karena perhatian selama ini lebih banyak terfokus pada proses penempatan dan perlindungan saat bekerja di luar negeri.
Salah satu pesan yang mengemuka dalam diskusi adalah bahwa kepulangan seharusnya menjadi awal kehidupan yang lebih baik, bukan awal perjuangan baru yang harus dihadapi sendirian. Karena itu, peserta mendorong hadirnya kebijakan reintegrasi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Berbagai usulan disampaikan dalam forum tersebut, mulai dari peningkatan akses terhadap pekerjaan layak, dukungan kewirausahaan, layanan kesehatan mental, perlindungan sosial, hingga mekanisme pendampingan yang mudah dijangkau oleh purna pekerja migran dan keluarganya.
| Baca juga: Ratusan Anak Ikut Program Khitan Modern |
Kegiatan ini turut menghadirkan Muhammad Ilyas Prakananda selaku Kepala BP3MI DIY sebagai perwakilan pemerintah. Kehadirannya diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat dialog antara purna pekerja migran dan pemangku kebijakan, sehingga pengalaman hidup para purna migran dapat menjadi dasar penyusunan program yang lebih tepat sasaran.
Selain membahas persoalan ekonomi dan sosial, diskusi juga menyoroti pentingnya kesehatan mental dalam proses reintegrasi. Banyak pekerja migran yang kembali ke Indonesia dengan pengalaman traumatis, tekanan psikologis, maupun beban sosial yang membutuhkan perhatian serius.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta mengikuti sesi penyuluhan kesehatan mental yang membahas pengenalan stres, strategi pengelolaan tekanan psikologis, pentingnya dukungan sosial, serta akses terhadap bantuan profesional. Sesi ini menegaskan bahwa reintegrasi yang bermartabat tidak hanya diukur dari kemampuan memperoleh penghasilan, tetapi juga dari terjaminnya kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup purna pekerja migran.
Melalui sarasehan tersebut, KOPPMI menegaskan bahwa purna pekerja migran bukan sekadar objek program pembangunan, melainkan warga negara yang berhak memperoleh perlindungan, penghormatan, dan kesempatan yang setara setelah kembali ke tanah air. Organisasi tersebut berharap negara dan seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan reintegrasi diwujudkan melalui dukungan yang konkret, inklusif, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....