Konsumsi Daging Bantu Maksimalkan Pertumbuhan Anak
- 09 Jun 2026 18:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Daging, termasuk daging sapi dan kambing adalah salah satu sumber protein yang mendukung pertumbuhan anak. “Daging aman dikonsumsi anak walau masih dalam tahap MPASI, bisa disiasati dengan cara pengolahannya, bisa di cooper atau digiling," ucap Annisa Larasati, A.Md, Gz dari RS. PKU Muhammadiyah Gamping dalam dialog Indonesia Sehat di Pro1 beberapa hari lalu.
Dalam daging terkandung zat besi dan zat-zat gizi mikro yang cukup tinggi. Kandungan protein dalam daging juga tak kalah tinggi dari ikan, hati ayam, dan telur.
Daging adalah salah satu makanan alternatif untuk mencegah stunting atau perawakan pendek yang sekarang marak disorot pemerintah. Tetapi terkadang orang dewasa salah pemikiran. Daging hanya dikonsumsi orang dewasa tanpa memberi bagian untuk anak.
Padahal daging tinggi protein hewani yang sangat penting untuk anak-anak. Untuk MPASI usia 6 sampai 8 bulan hanya diperlukan 30 gram porsi daging. Usia 9 sampai 11 bulan sekitar 40 gram. Usia 12 bulan atau 1 tahun ke atas meningkat di 50 gram.
Untuk anak kecil, kebutuhan protein harus tercukupi untuk anak-anak. Karena pencegahan stunting harus dikejar di 1.000 hari kehidupan pertama anak. Optimalnya adalah di usia nol tahun bahkan masih dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun.
Annisa menambahkan jika ternyata si anak suka dan tanpa sadar makan daging berlebihan, hal itu tidak ada resiko kesehatan baginya. “Jika untuk orang dewasa, makan daging berlebih bisa menyebabkan kolesterol tinggi, tetapi untuk anak tetap aman, malah bagus karena tinggi protein," katanya.
Kekurangan asupan protein hewani selain bisa menyebabkan stunting, bisa berdampak pada kehidupan mereka ke depannya. Terutama untuk tumbuh kembangnya, baik dari segi tingginya, berat badannya, dan tingkat kecerdasan anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....