Sekda DIY Ajak Pelajar Jauhi Kenakalan Demi Masa Depan Daerah
- 21 Jul 2026 16:14 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengajak para pelajar SMA/SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menjaga diri, membangun pergaulan yang positif, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja. Menurutnya, masa depan DIY berada di tangan generasi muda yang saat ini masih menempuh pendidikan.
Pesan tersebut disampaikan Ni Made saat membacakan amanat Gubernur DIY dalam Upacara Bendera dan Deklarasi Bersama Warga Sekolah SMA/SMK Se-DIY di SMA Negeri 1 Yogyakarta, Senin, 20 Juli 2026. Kehadirannya sebagai pembina upacara merupakan bagian dari gerakan serentak Pemda DIY dalam memperkuat pembinaan karakter pelajar sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur DIY Nomor 6512 Tahun 2026 tentang Penanganan Kenakalan Anak Usia Sekolah yang Berujung pada Tindak Pidana di Ruang Publik.
Dalam amanat Gubernur DIY yang dibacakannya, Ni Made menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil pelajar sejak bangku sekolah akan menentukan masa depan mereka sekaligus masa depan daerah.
“Masa depan Daerah Istimewa Yogyakarta sedang dibangun di ruang-ruang kelas tempat kalian belajar hari ini, dan di setiap keputusan kecil yang kalian ambil sepulang sekolah. Kalian bukan sekadar siswa SMA/SMK. Kalian adalah calon dokter, guru, teknisi, pengusaha, seniman, anggota TNI, anggota Polri, bahkan pemimpin bangsa di masa depan. Sungguh sayang jika potensi sebesar itu padam hanya karena satu malam yang salah,” ujar Ni Made.
Ni Made mengatakan, sebagai kota pendidikan dan budaya, DIY menghadapi tantangan meningkatnya kenakalan remaja yang tidak lagi sebatas pelanggaran disiplin. Sejumlah kasus melibatkan pelajar yang membawa senjata tajam hingga menyalahgunakan pil sapi dan minuman oplosan.
Menurutnya, berbagai tindakan tersebut umumnya berawal dari keputusan-keputusan kecil yang keliru, seperti mengikuti ajakan teman atau membiarkan pelanggaran terjadi.
“Di sinilah falsafah leluhur kita berbicara, Eling lan Waspada. Ingat pada siapa diri kalian sesungguhnya, ingat pada orang tua yang menaruh harap. Dan waspada, karena bahaya hari ini datang dengan wajah yang menyenangkan, namun berujung pada penyesalan yang tak bisa ditebus apa pun,” ujar Ni Made.
Untuk mencegah kenakalan remaja, Pemda DIY terus memperkuat kolaborasi dengan aparat keamanan, sekolah, perguruan tinggi, keluarga, dan masyarakat. Salah satunya melalui penguatan Jaga Warga sebagai garda terdepan dalam mengawasi aktivitas anak-anak di lingkungan, termasuk memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan kepolisian.
Ni Made juga mengingatkan bahwa tidak ada anak yang bercita-cita menjadi pelaku kekerasan. Karena itu, ia mengajak para pelajar berani memilih lingkungan yang sehat, menolak ajakan negatif, serta menjaga diri sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua.
“Maka hari ini saya mengajak kalian membuat pilihan yang jelas: pilih lingkungan pertemanan yang membangun, pilih keberanian melapor ketika melihat kekerasan atau narkoba, pilih pulang tepat waktu dan menghormati orang tua. Menjaga diri sendiri adalah bentuk penghormatan kepada mereka yang telah bekerja keras membesarkan kalian,” kata Ni Made.
Ia menambahkan, keluarga tetap memiliki peran utama dalam membentuk karakter anak. Meski sekolah menjadi rumah kedua, orang tua diharapkan aktif berkomunikasi dan mengawasi aktivitas putra-putrinya, terutama pada jam-jam rawan.
Di sisi lain, pemerintah tetap berkomitmen melindungi setiap anak, namun tidak akan mentoleransi pelanggaran hukum. Penegakan hukum akan berjalan seiring dengan pembinaan dan pemulihan bagi pelajar yang melakukan kesalahan.
“Yang kita lawan adalah perilakunya, bukan masa depan anaknya. Oleh sebab itu, mari bersama seluruh siswa SMA dan SMK se-DIY menyatakan komitmen: menolak kekerasan, menolak narkoba dan minuman keras, menolak membawa senjata tajam, menolak segala bentuk kenakalan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, serta bertekad menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan bermartabat,” kata Ni Made.
Sementara itu, Plt. Kepala SMA Negeri 1 Yogyakarta, Siti Hajarwati, menyambut baik keterlibatan pemerintah yang hadir langsung di sekolah-sekolah dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran para pemangku kepentingan memberikan pengalaman sekaligus penguatan edukasi bagi para pelajar mengenai bahaya kenakalan remaja.
"Anak-anak tentu merasa berkesan karena pemerintah turun langsung ke sekolah dan menjadi pembina upacara. Pesan yang disampaikan sangat penting untuk dipahami, apalagi kegiatan ini ditutup dengan deklarasi bersama," ujar Siti.
Ia menjelaskan, sekolah akan membentuk tim yang mendukung program tersebut guna memperkuat pencegahan dan pendampingan siswa. Edukasi mengenai bahaya narkoba, pornografi, dan berbagai bentuk kenakalan remaja juga terus dilakukan melalui kegiatan pembinaan maupun keagamaan.
"Hal-hal seperti itu selalu kami sampaikan dalam berbagai kesempatan, karena dampaknya bisa merusak diri dan mental anak-anak. Masa depan mereka tentu akan terhambat apabila terjerumus pada sesuatu yang bersifat adiktif,” kata Siti.
Hingga kini, SMA Negeri 1 Yogyakarta belum menemukan kasus penyalahgunaan narkoba maupun bentuk kenakalan remaja lainnya di lingkungan sekolah.
"Alhamdulillah belum ada, dan mudah-mudahan tidak akan ada sampai kapan pun. Anak-anak sangat terbuka kepada kami, dan tim di sekolah juga solid untuk menjaga agar hal tersebut tidak terjadi," ucap Siti.
Pada kesempatan tersebut, seluruh siswa dan warga SMA Negeri 1 Yogyakarta turut membacakan Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai sebagai bentuk komitmen menolak kekerasan, perundungan, intoleransi, penyalahgunaan narkoba, minuman beralkohol, pornografi, pornoaksi, serta berani melaporkan setiap pelanggaran yang terjadi di lingkungan sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....