Filosofi Hamemayu Hayuning Bawana pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia

  • 05 Jun 2026 08:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap 5 Juni. Pada momentum ini, Pemkab Sleman mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal Jawa hamemayu hayuning bawana sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Hamemayu hayuning bawana merupakan sebuah falsafah budaya Jawa yang mewajibkan manusia untuk melindungi, memelihara, dan memperindah alam semesta.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan, nilai-nilai pelestarian lingkungan sejatinya telah lama hidup dalam falsafah leluhur masyarakat Jawa melalui ajaran hamemayu hayuning bawana, yang menegaskan bahwa manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan hidupnya.

“Filosofi ini mengingatkan kita bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga demi generasi yang akan datang,” ujarnya.

Tahun ini peringatan Hari Lingkungan Sedunia turut mengusung tema “Terinspirasi oleh Alam, untuk Iklim, untuk Masa Depan Kita”. Tema ini menitikberatkan pada aksi iklim, perlindungan ekosistem, serta pentingnya solusi berbasis alam untuk memperkuat ketahanan lingkungan. Danang memastikan, pihaknya terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai program. Mulai dari penghijauan lahan kritis, pemberian bantuan bibit tanaman kepada kelompok masyarakat, uji emisi kendaraan bermotor, hingga penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah.

Tak hanya itu, Pemkab Sleman juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan kesadaran lingkungan dari tingkat rumah tangga. Menurutnya, berbagai persoalan lingkungan seperti pengelolaan sampah, penurunan emisi gas rumah kaca, hingga dampak perubahan iklim membutuhkan kerja sama lintas sektor. Untuk itu, Pemkab Sleman terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi berkelanjutan.

Danang mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari rumah tangga, menjaga kebersihan sungai, menghemat air dan energi, menanam pohon, serta menjaga ruang terbuka hijau.

“Bumi adalah rumah kita bersama. Sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikannya agar tetap layak diwariskan kepada generasi mendatang,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....