BNPB Belajar Resiliensi Bencana di Yogyakarta

  • 11 Agt 2026 18:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mendorong penguatan Resiliensi Berkelanjutan. Pendekatan terpadu, untuk menghadapi perubahan iklim, risiko bencana dan tantangan pembangunan berkelanjutan.

Hal itu mengemuka, dalam agenda Seminar Nasional Keterpaduan Operasionalisasi Resiliensi Berkelanjutan Tingkat Lokal di Yogyakarta, Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan ini, menjadi rangkaian Road to the 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati saat menjadi pembicara kunci, menyebut Resiliensi Berkelanjutan untuk memastikan pembangunan tetap mampu melindungi masyarakat. Juga mengurangi risiko bencana serta, beradaptasi terhadap perubahan.

”Dan tentu saja, mempertahankan manfaat pembangunan dalam jangka panjang,” ucapnya. ”Pendekatan ini menempatkan manusia dan konteks lokal sebagai pusat, sekaligus mendorong penguatan tata kelola, investasi, infrastruktur, hingga ilmu pengetahuan.”

Sebagai wilayah dengan beragam risiko bencana, Yogyakarta menjadi tempat belajar yang penting terkait tumbuhnya resiliensi dari tingkat lokal. Sehingga, ketangguhan bencana dibangun melalui gotong-royong, kepemimpinan masyarakat, dan kolaborasi multi pihak.

Nilai-nilai lokal Yogyakarta seperti Hamemayu Hayuning Bawana, Sangkan Paraning Dumadi, dan Manunggaling Kawula Gusti, menjadi sebuah modal sosial. ”Pengalaman Yogyakarta menunjukkan, masyarakat bukan sekadar penerima manfaat.”

Dalam forum tersebut juga ditegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi Pentahelix. Yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, media, serta unsur masyarakat sipil dan mitra pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....