Bakal Lakoni Kompetisi Internasional, PSM UAJY Galang Dana lewat Ngamen
- 02 Jun 2026 11:31 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mulai melakukan berbagai upaya penggalangan dana untuk mengikuti kompetisi paduan suara internasional di Busan, Korea Selatan, pada Oktober 2026 mendatang. Salah satu cara yang ditempuh adalah menggelar pertunjukan musik atau "ngamen" di ruang publik.
Konduktor PSM UAJY Agnes Artika Manik, mengatakan kegiatan ngamen dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya keberangkatan seluruh anggota yang akan bertanding dalam ajang Busan Choral Festival & Competition.
"Saat ini kami ngamen dalam rangka persiapan lomba. Jadi kami menggalang dana untuk lomba kami. Selain itu biasanya juga untuk konser, tetapi kali ini fokus untuk persiapan kompetisi di Busan, Korea Selatan pada Oktober nanti," kata Agnes saat ditemui di Stasiun Yogyakarta, Senin, 1 Juni 2026.
Sebanyak 34 anggota PSM UAJY dijadwalkan akan berangkat ke Korea Selatan. Para peserta berasal dari berbagai angkatan, mulai mahasiswa angkatan 2021 hingga angkatan 2025 dan dari latar belakang program studi yang beragam. Persiapan menuju kompetisi internasional tersebut telah dilakukan sejak Mei lalu. Agnes menyebut timnya saat ini intensif berlatih dan menyiapkan sekitar enam lagu yang akan dibawakan di hadapan dewan juri.
Agnes menambahkan, dalam kompetisi tersebut, nantinya PSM UAJY akan mengikuti kategori folklor yang mewajibkan peserta membawakan lagu tradisional atau lagu daerah. Sejumlah lagu Nusantara telah disiapkan, termasuk lagu daerah dari Dayak dan Jawa.
"Kami masuk kategori folklor, jadi akan membawakan lagu-lagu tradisional Indonesia. Ada lagu Dayak dan Jawa yang sedang kami siapkan," ujarnya.
Untuk mendukung keberangkatan tim, PSM UAJY menggelar aksi penggalangan dana dengan konsep yang mirip seperti penampilan mereka yang sempat viral di media sosial. Dalam setiap penampilan, masyarakat dapat memberikan donasi secara langsung maupun melalui pembayaran digital menggunakan kode QRIS yang telah disediakan.
Agnes menuturkan kebutuhan dana untuk memberangkatkan seluruh anggota mencapai Rp 400 juta hingga Rp 500 juta. Meski mendapatkan dukungan dari pihak kampus, kebutuhan biaya yang cukup besar membuat para mahasiswa berinisiatif melakukan penggalangan dana secara mandiri agar beban iuran anggota dapat berkurang.
"Kebutuhan dananya sekitar Rp 400 juta sampai Rp 500 juta untuk seluruh anggota. Kampus juga memberikan dukungan, tetapi kami tetap berupaya mencari tambahan dana supaya tidak terlalu membebani teman-teman," ujarnya.
PSM UAJY tidak hanya menargetkan tampil maksimal, tetapi juga membawa pulang prestasi dari ajang internasional tersebut. Agnes mengatakan kemenangan menjadi target yang ingin diraih untuk meningkatkan kualitas kelompok paduan suara sekaligus mengharumkan nama kampus di tingkat internasional. Di samping itu, dalam beberapa tahun terakhir, PSM UAJY berhasil menorehkan prestasi di sejumlah kompetisi internasional. Pada ajang kompetisi paduan suara di Sarawak, Malaysia, tahun lalu, mereka meraih juara pertama kategori mixed choir dan juara kedua kategori folklor.
“Pada kompetisi di Thailand dua tahun sebelumnya, PSM UAJY berhasil meraih juara pertama untuk kategori mixed choir maupun folklore,” ucap Agnes.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....