Mahasiswa PPKn UNY Edukasi Literasi Digital Anak di Sanggar Anak Tumbuh Bantul

  • 31 Mei 2026 22:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendampingan belajar dan literasi digital bagi anak-anak di Sanggar Anak Tumbuh, Bantul, beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas.

Program yang dilaksanakan bekerja sama dengan komunitas Bantul Bergerak dan Sanggar Anak Tumbuh ini dilatarbelakangi meningkatnya penggunaan gawai di kalangan anak-anak dan remaja. Kondisi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan pemahaman literasi digital yang memadai agar anak-anak mampu memanfaatkan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan edukasi mengenai penggunaan teknologi yang bijak sekaligus mengurangi risiko dampak negatif penggunaan gawai, seperti menurunnya konsentrasi belajar hingga potensi kecanduan. Pendekatan yang digunakan dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh peserta.

Kegiatan berada di bawah pendampingan dosen pengampu Eko Swi Darmawan, serta melibatkan tujuh mahasiswa PPKn UNY, yakni Wiwin Heliyana, Mahriza Aulia, Aminatun Qoyimah, Rizka Intan Amalia Novta, Rahardian Rizky Wibowo, Luna Maya, dan Nisrina Naila Mumtaza. Seluruh mahasiswa terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan bersama mitra komunitas.

Rangkaian acara diawali dengan pemutaran video edukasi tentang bahaya kecanduan gawai yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Pada sesi literasi digital, peserta memperoleh pemahaman mengenai keamanan berinternet, etika bermedia sosial, cara mengenali hoaks, serta pentingnya mengatur durasi penggunaan layar atau screen time sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, kegiatan ditutup dengan lokakarya kreatif berupa pembuatan kolase melalui kegiatan menggunting dan menempel. Aktivitas tersebut tidak hanya melatih kreativitas dan keterampilan motorik halus anak, tetapi juga memperkenalkan berbagai kegiatan produktif yang dapat dilakukan sebagai alternatif selain bermain gawai.

Pendiri Sanggar Anak Tumbuh, Atina, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat sesuai dengan kebutuhan anak-anak di era digital saat ini.

“Anak-anak sangat antusias dan aktif terlibat. Saya berharap pengalaman hari ini dapat membantu mereka lebih bijak dan produktif dalam menggunakan telepon genggam,” ujarnya.

Selain mendukung SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian SDGs 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses edukasi digital bagi anak-anak di komunitas. Ke depan, materi literasi digital yang telah diberikan akan disebarluaskan kepada orang tua melalui grup WhatsApp komunitas dan media sosial mitra, serta diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah mitra.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....